Reshufel Pengurus KNPI Sulsel, Tidak Memenuhi Syarat

BERBAGI
Ketua Bidang Organisasi KNPI Sulsel Surahman Batara.

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Isu reshufel kepengurusan di jajaran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan yang beredar dikalangan Pengurus KNPI, bahkan ada 150 orang yang dikabarkan di Reshufel

Ketua Bidang Organisasi KNPI Sulsel Surahman Batara mengungkapkan, kabar isu reshufel juga telah di dengarnya, bahkan sejumlah pengurus yang masuk dalam jajaran Reshufel mempertanyakan sikap dan langkah reshufel.

BACA: Besok, KNPI Sulsel Gelar FGD Bahas Hoax

“Memang sudah ada beberapa yang kabari saya mengenai isu Reshufel tersebut, dan sepengatahuan saya blm ada pembahasan reshufel,” Kata Surahman Batara ketua Bidang Organisasi yang juga master campaign Imran Eka Saputra, melalui rilisnya kepada Sulselekspres.com, Selasa (23/1/2018).

Bahkan katanya jika pun betul kabar dilakukan reshufel, mantan ketua badko HMI Sulselbar ini menilai, reshufel yang dilakukan tidak sesuai dengam prosedur.

Mengingat proses reshufel dilakukan itu melalui sejumlah tahapan sebagai ukuran, termasuk ukuran keaktifan dan kinerja kepengurusan yang menjadi dasar utama dilakukannya Reshufel, termasuk melalui forum pleno untuk menetapkan Reahufel kepengurusan.

“Dan jika itu betul kepengurusan melakukan reshufel, saya menilai jika itu merupakan pelanggaran konstitusi, sebab Reshufel tidak dilakukan dalam sebuah forum resmi,” kata Surahman Batara.

Bahkan Katanya nama-nama Andi Tendriajeng, Amri Manangkasi, Ramlah, Muhammad Lutfi, Syamsuddin, richard
Yudhi Atma dan Erwan Arifin yang di reshufel lanjut Surahman Batara merupakan orang-orang yang aktif dalam sejumlah kegiatan KNPI

Bahkan Surahman Batara, mmengawatirkan bila Reshufel yang dilalukan oleh kepengurusan Imran Eka Saputra akan menimbulkan konflik dan perpecahan yang berakibat pada eksistensi KNPI sebagai lembaga wadah kepemudaan.

Dan seharusnya juga, Kepengurusan KNPI periode 2016-2019, melakukan koordinasi kepada OKP yang menitipkan kadernya di KNPI mengingat KNPI wadah dari OKP yang berhimpun di dalam KNPI.

“Sepanjang sepengetahuan saya, saat ini belum ada reshufel yang dilakukan, bahkan isu Rreshufel yang dilakukan sangat,” ungkapnya.

Bahkan, nama-nama ini sepanjang sepengatahuannya belum diproses sepanjang organisasi dan ini merupakan pelanggaran konstitusi organisasi.

Sebab dalam melakukan PAW ada tahapan dan menilai kinerja dengan kehadiran dan kalaupun ada pengurus yang tidak aktif maka harus melalui forum pleno dan harus dikembalikan kepada OKP yang merekomendasikan nama-nama tersebut.

“Saya sudah mendapat telpon dari beberapa orang yang di PAW, dan menyatakan itu hak anda untuk melakukan perlawanan sesuai dengan mekanisme organisasi di KNPI sebab KNPI wadah berhimpun organisasi pemuda,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Latif

loading...