Akademisi UIN: Program Lapangan Bertaraf Internasional NH-Aziz, Tak Rasional

BERBAGI
Bakal Cagub Sulsel Nurdin Halid/ IST

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Akademisi Universitas Islam Negeri Alauddin (UIN) Alauddin Makassar, Muhammad Ridha, sebut program lapangan sepak bola berstaraf internasional pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), tidak rasional.

Sebab katanya, kebanyakan program milik pasangan nasionalis-religius itu, terkesan ambisius bahkan gak masuk akal. Apalagi pengadaan lapangan sepak bola berstaraf internasional di setiap kecamatan di 24 kabupaten kota se Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Banyak juga yang terkesan ambisius dan gak masuk akal. Misalnya lapangan sepakbola bertaraf internasional tiap kelurahan. Apa iya itu mungkin?,” ujar mantan aktivis HMI itu, melalui whatsappnya, kepada Sulselekspres.com, Kamis (8/2/2018).

Menurutnya, ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan panggung bagi siapapun, apalagi bagi bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel. Namun bukan hanya menjual program yang tidak masuk akal.

“Meski Pilkada memang ajang jual janji dan program, tapi tetap harus logis dong,” ungkapnya.

Selain itu, NH-Aziz kurang baik trackrecordnya, apalagi tim suksesnya juga tidak mampu menjual kandidatnya dengan baik dan karena. “Itu hasil survei menunjukkan kalau dia (NH-Aziz) adalah kandidat yang tidak prospektif dibandingkan yang lain,” tegasnya.

Bahkan katanya, pasangan NH-Aziz memberikan janji yang belum jelas baik peta jalan anggaran maupun bagaimana program tersebut bisa diwujudkan untuk Sulsel. Sebab bila dibandingkan dengan program milik dua bakal calon lain yakni Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) dan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan), sudah terbukti membangun Kabupaten Gowa dan Bantaeng.

“Saya gak percaya. Program IYL atau NA sudah kelihatan buktinya dan kandidatnya juga berprestasi dan dapat dipercaya,” jelasnya.

Selain program pengadaan lapangan sepak bola berstaraf internasional, program pendidikan dan kesehatannya belum tentu bisa teralisasi dibandingkan dengan dua kandidat tersebut. Apalagi kefiguran Nurdin Halid yang belum mampu dipercaya oleh rakyat Sulsel.

“Pendidikan dan kesehatan berbasis KTP sekarang sudah berjalan di Gowa. Saya tak didorong oleh orang yang mampu dipercaya oleh rakyat karena trackrecordnya yang buruk,” pungkasnya.

loading...