RMS: Silakan Kalau Mau Keluar, Mati Satu Tumbuh 1.000

BERBAGI
Ketua DPW Nasdem Sulsel H Rusdi Masse (RMS)/ IST

SIDRAP, SULSELEKSPRES.COM – Ketua DPW Nasdem Sulsel H Rusdi Masse (RMS) mulai angkat bicara soal pernyataan kekecewaan sejumlah kader Nasdem yang gagal diusung oleh partainya sendiri di 12 Pilkada kabupten kota se Sulsel.

“Begini ya, kita (Nasdem) itu ikut Pilkada mau menang atau kalah? Ya tentu kita mau menang. Jadi semua kandidat yang kita usung itu berdasarkan riset itu potensi menangnya besar,” ujar RMS, melalui rilisnya kepada Sulselekspres.com, Kamis (8/2/2018).

RMS yang juga bupati Sidrap ini mengatakan, dalam menentukan kandidat yang diusung di pilkada serentak ada dua pendekatan yang dikedepankan. Pertama, elektabilitas atau tingkat keterpilihan. Ini dibuktikan dengan hasil survei yang dikakukan oleh lembaga riset profesional dan terpercaya.

“Kedua, soal koalisi partai. Kita tentu menginginkan kandidat maju dengan kecukulan kursi dan itu ada pada koalisi partai,” ujarnya.

Bahkan RMS yang juga tokoh pengentas kemiskinan ini menyebutkan bahwa kader yang menyatakan diri kecewa karena tak dipilih jadi kandidat adalah figur yang hanya mengedepankan nafsu tanpa logika atau tidak menerima realitas politik.

“Figur itu hanya mengedepankan nafsu politiknya saja yang main. Bayangkan, sampai detik terakhir kita meminta dukungan atau usungan partai lain tidak bisa dipenuhi. Kalau ada yang katakan sudah penuhi koalisi partai lalu Nasdem tidak usung. Saya katakan itu bohong,” jelas RMS.

Soal rencana mereka akan mundur dari NasDem, RMS mengatakan tidak masalah. DPW Nasdem segera memproses.

“Prinsip kami, kerja Nasdem itu untuk kepentingan rakyat. Silahkan kalau mau keluar. Mati satu tumbuh seribu,” tegasnya.

Sekadar diketahui, sejumlah kader NasDem yang batal maju menyatakan diri ingin keluar dari Partai besutan Surya Paloh tersebut.

Mereka antara lain; Wakil Ketua DPW Nasdem yang juga Wabup Bantaeng Muh Yasin, Wakil Bupati Enrekang Amiruddin, wakil Bupati Wajo S Kube Dauda, Dan lain sebagainya.

Penulis: Abdul Latif

loading...