Butuh Bantuan, Pesantren Tahfidzul Quran Wahdah Islamiyah Antang Terisolasi Banjir

BERBAGI
Pesantren Tahfidzul Quran Wahdah Islamiyah di jalan Rahmatullah Raya, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Sabtu (10/2/2018)/ SULSELEKSPRES/ ANDIKA

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Menjadi penghafal Qur’an tentulah mendambakan suasana yang tenang, jauh dari hiruk pikuk suara kendaraan yang berisik mengganggu aktivitas Tahfidz (Penghafal).

Namun, di Pesantren Tahfidzul Quran Wahdah Islamiyah di jalan Rahmatullah Raya, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala memiliki cerita sendiri. Suasana tenang nun damai memang cocok untuk mengahafal, tapi juga menjadi tempat para pemancing saat banjir datang.

Air setinggi lutut orang dewasa itu, sudah dua hari mengenangi salah satu Pesantren yang notabene di dalamnya penghafal Al Qur’an perempuan.

Dari pantauan sulselekspres.com, akses untuk kendaraan agak sulit, namun masih bisa untuk seukuran 4 roda masuk ke wilayah pesantren untuk mengulurkan bantuan.

Menurut salah seorang warga, bahwa sudah dua hari genangan air melanda pesantren itu. “Sudah dua hari begini,” ujarnya kepada Sulselekspres, Sabtu (10/22018).

Banjir di Makassar bukan cerita baru lagi, setiap musim hujan datang, beberapa wilayah di Kota Makassar harus tenggelam akibat genangan air hujan. Hampir sepekan ini, hujan deras mengguyur Kota Makassar.

Sejumlah santri penghafal Al Quran tengah berusaha menembus banjir, Sabtu (10/2/2018)/ SULSELEKSPRES/ ANDIKA

Banjir bukan Hambatan

Meski banjir yang kedalamannya tak bisa ditentukan karena wilayah di Pesantren tersebut berbeda-beda. Namun para santri tak surut beraktivitas meski harus menggunakan perahu rakitan untuk berpindah dari tempat satu ke tempat yang lainnya.

Menurut salah seorang orang tua santri di pesantren itu, saat datang menjenguk buah hatinya yang sedang menuntut ilmu mengatakan, bahwa mereka (santri) tetap belajar meski banjir. Para santri pun merasa senang belajar di pesantren itu.

“Sudah dua hari banjir disini, tapi mereka tetap belajar, mereka sudah merasa senang disini jadi banjir sudah biasa dirasakan,”kata Abdul Malik salah seorang bapak santri.

Meski demikian, sekitar 150 santri Tahfiz terjebak di Pesantren Wahdah Islamiyah Kassi-Kassi Antang. Dapur terendam sehingga tidak punya bahan makanan, akses masuk sulit hingga butuh perahu karet. Telah ibantu tim SAR Unhas.

Penulis: Andika

loading...