Pemecatan Rahmansyah Sudah Terdengar Sejak September 2017

BERBAGI
Dua legislator Golkar, Saharuddin Said dan Rahmansyah melakukan salam Punggawa secara terpisah (Foto : Internet)

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pemecatan legislator Golkar di DPRD Sulsel, Rahmansyah tidak begitu mengejutkan.

Pasalnya, kabar pemecatan ini sudah terdengar cukup lama, bahkan sejak September tahun lalu. Termasuk soal sikap politik dukungan Rahmansyah di Pilgub Sulsel yang menjadi alasan pemecatan sudah tidak lagi menjadi rahasia.

Baca: Rahmansyah Dipecat Dari Golkar?

Elite Partai Golkar sendiri terkesan selama ini hanya menunggu momentum tetap untuk disampaikan kepada publik.

Sanksi keras bagi Rahmansyah ini sekaitan dengan sikap politiknya. Dimana dia dianggap tidak taat asas mendukung Nurdin Halid-Aziz Qahar Mudzakkar (NH-Aziz) di Pilgub.

Baca: DPP Golkar Siapkan PAW Tiga Anggota DPRD

Pemecatan bagi Rahmansyah, dan Rismawati Kadir Nyampa, serta legislator Gowa Ansar Zaenal Bate awalnya disebut-sebut telah dibahas dalan salah satu rapat di Hotel Melia September 2017 lalu.

Sebelum pemberhentian ini, Rahmansyah sebelumnya juga telah disingkirkan dalam struktur kepengurusan DPD I.

Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Hakim Kamaruddin membenarkan kalau tiga kader Golkar ini sudah terindikasi melakukan pelanggaran terhadap partai sejak lama.

“Mereka sudah melanggar aturan main partai Golkar,” ungkapnya saat ditemui di Four Point By Sheraton, Jalan Landak Baru Makassar, Senin (12/2/2018).

Baca Juga:Legislator Golkar Salam Punggawa Bukan Cuma Saharuddin Said

Bahkan, Rahmansyah, Rismawati dan Andi Zainal Batte sudah lama diketahui memberikan dukungan kepada pasangan calon kandidat lain di Pilgub Sulsel 2018 ini.

Diketahui, tiga kader partai berlambang beringin rimbang itu, mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

“Mereka sudah lama terindikasi kuat melakukan dukungan kepada pasangan lain di Pilgub Sulsel,” tegas politisi DPP Partai Golkar itu.

Penulis: Abdul Latif

loading...