Resmikan Dua Gedung Baru di UIN, Menag: Jaga Baik-baik

BERBAGI
Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin datang bertamu sekaligus meresmikan gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Gedung Dosen (SBSN) di Samata, Gowa, Kamis (15/2/2018).(Ist)

SAMATA, SULSELEKSPRES.COM – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kedatangan tamu penting pagi tadi, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin datang bertamu sekaligus meresmikan gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Gedung Dosen (SBSN) di Samata, Gowa, Kamis (15/2/2018).

Dalam sambutannya, Lukman mengatakan pembangunan gedung bukan hanya untuk menambah daya dukung UIN Alauddin Makassar dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai perguruan tinggi.

BACA: Anggaran Kemendes Rp 1,9 Triliun Akan Direview

“Sebanyak 57 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, termasuk UIN. Dan kami dari pihak kementerian terus melakukan pembenahan untuk menambah daya dukung kapasitas dari perguruan tinggi islam,” kata dia.

Lukman menambahkan, sudah ada 32 perguruan tinggi Islam yang sarana dan prasarananya sudah dikembangkan. Termasuk perpustakaan, kelas, ruang dosen, dan beberapa fasilitas lainnya.

Menurut dia, dengan diresmikannya gedung baru itu, UIN harus bisa memberdayakan alumni dan segenap civitas akademik lainnya dalam memajukan pembangunan kampus UIN.

BACA: Bansos Dorong Percepatan Kenaikan Indeks Keuangan Inklusif

“Tentu ini bisa menambah daya dukung akademik dalam melayani para mahasiswa, untuk meningkatkan ilmu yang sesuai dengan bidangnya. Jaga baik-baik penggunaan gedung kita, rawat baik-baik,” harap Politisi PPP itu.

Sementara itu, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Musafir Pababbari mengungkapkan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sendiri memiliki 2700 mahasiswa, 57 dosen baik PNS maupun Non PNS, dan lima prodi, yakni Ekononi Islam, Manajemen, Ilmu Ekonomi, Akuntansi, dan Perbankan Syariah.

“Semoga dengan peresmian gedung baru ini, segenap dosen lebih meningkatkan lagi kinerjanya. Dan mahasiswa bisa belajar dengan nyaman,” harap Musafir.

Penulis: Muhammad Adlan

loading...