Retas Kesenjangan, Masyarakat Tak Sabar Nantikan Program Rp50 Juta Appi-Cicu

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Program unggulan pasangan nomor urut 1 Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) terus mendapat respon positif serta apresiasi dari kelompok masyarakat.

Khususnya, bagi program alokasi dana sebesar Rp50 juta tiap ORT dan penghapusan retribusi sampah.

BACA: Sasar Pemilih Tionghoa, Appi- Cicu Rayakan Imlek

Program ini dinilai akan mendorong pemerataan pembangunan, sementara retribusi sampah dinilai akan mengurangi beban masyakat.

Terbaru, konstituen Partai Hanura yang mengapresiasi program unggulan pasangan yang mengusung tagline “Makassar untuk Kita”.

Apresiasi ini setelah legislator dan pengurus teras Hanura melakukan sosialisasi ke konstituennya masing-masing.

“Kami banyak memberikan penjelasan kepada masyarakat. Kami bersyukur, karena ternyata banyak masyarakat yang sudah tau program ini, bahkan mengapresiasi dan mendukung program ini,” kata legislator Hanura di DPRD Makassar, Jufri Pabe, Sabtu (17/2/2018).

Dia mengatakan, ada beberapa alasan sehingga masyarakat mendukung program ini. Semuanya atas alasan karena banyak membantu masyarakat.

“Yang pertama itu rata-rata pemerataan pembangunan. Dan kedua adalah soal retribusi sampah yang dinilai mengurangi beban masyarakat,” ucapnya.

Bahkan, lanjut dia, banyak tim dan konstituennya yang menyatakan sikap akan terlibat dan siap membantu mensosialisasikan program ini.

“Itu yang kami syukurkan. Karena dengan sendirinya masyarakat yang tergerak,” singkatnya.

Lebih jauh dia mengatakan, seluruh legislator dan pengurus teras Hanura sudah massif mensosialisasikan program tersebut.

“Itu sudah pasti. Karena semua kader sudah sepakat ingin melihat partainya menang,” tandasnya.

Politisi Hanura ini memastikan tidak ada lagi dinamika yang terjadi di internalnya setelah DPP memutuskan usungan di Pilkada Makassar adalah hanya satu yakni Appi-Cicu.

“Instruksi DPP sudah sangat jelas. Jadi sebagai kader wajib hukumnya memenangkan Appi-Cicu,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Adlan

loading...