Unjuk Rasa, Pengungsi Timur Tengah Di Makassar Tuntut Kebebasan

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ratusan pengungsi asal timur tengah berunjuk rasa terkait pengekangan yang dialami dan beberapa tindakan represif fisik terhadap lima pengungsi.

Hal ini disampaikan oleh Yama Jaghori (24) asal Afganistas Di depan Menara Bosowa, Jalan Jend. Sudirman saat selang aksi berjalan, pada Rabu (21/2/2018) pukul 09.50 Wita.

Menurut Yama, aksi ini merupakan protes dari apa yang telah dialami oleh beberapa pengungsi.

“Kami cuma butuh kebebasan, kami tidak perlu diperlakukan secara kasar dan tidak manusiawi”ungkap Yama.

Selain itu, Yama juga meminta kepada pihak Imigrasi untuk menjaga kehormatan yang dimiliki para pengungsi.

Pasalnya, beberapa teman Yama telah diperlakukan secara kasar hingga mengalami kekerasan fisik dari oknum petugas.

“Sudah dipukul, secara kasar, secara buruk. Banyak kata-kata yang jelek”imbuhnya.

Ia juga menyaksikan lima temannya yang ditangkap oleh IDC Makassar dan dipenjarakan tanpa alasan yang pasti.

“Ada lima temanku yang diambil IDC Imigrasi Makassar tanpa alasan, tanpa salah”ungkap Yama.

Sementara itu, Ali Sayyed (25) Asal Iran yang sedang mengalami sakit jantung. Ia mengaku bahwa di umurnya yang ke-24, ia mengalami serangan jantung.

Sejak tahun 2014 ia kerap menanyakan ke pihak UNHCR untuk segera diproses pemindahannya ke negara ketiga, di Australia.

“Katanya akan diproses, tapi sekarang sudah hampir lima tahun, katanya tidak ada”ungkapnya.

Selain itu, aksi diwarnai puluhan poster menjadi simbolik antara lainnya bertuliskan, we want our right(kami ingin hak kami), we are innocent(kami adalah korban), human need fredoom(manusia membutuhkan kebebasan” serta Indonesia! Thanks for the warm Hospitality(Indonesia! Terima kasih atas Rumah Sakitnya yang hangat)

Selama aksi berlangsung, kondisi arus lalu lintas sepanjang jalan Jendral Sudirman lancar hingga Pukul 12.00 Wita peserta aksi membubarkan diri dengan tertib.

 

Penulis: Agus Mawang

loading...