Nurdin Halid Rancang Program Masjid, IYL Tolak Politisasi Tempat Ibadah

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Perlakuan berbeda terhadap rumah ibadah diperlihatkan dua calon gubernur Sulsel, Nurdin Halid dan Ichsan Yasin Limpo (IYL) dalam masa kampanye.

Saat Nurdin Halid yang berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar memprogramkan pembenahan toilet dan tempat wudhu di tiap masjid, IYL membuat sikap sebaliknya. IYL menolak menjadikan rumah ibadah sebagai tempat untuk kepentingan kampanye politiknya.

“Wajah Islam kita ada di masjid dan salah satu perwajahan masjid yang paling penting adalah toilet dan tempat wudhu,” kata wakil dari Nurdin Halid tersebut, Kamis, 22 Februari, dalam rilis yang diterima Sulselekspres.com.

BACA: Diberi Kesempatan “Kampanye” di Masjid, IYL Justru Menolak

Menurut Aziz, pemerintah harus memberikan perhatian terhadap pembangunan masjid, minimal pada toilet dan tempat wudhu. Adapun bagian lain dari masjid dapat diupayakan melalui swadaya masyarakat setempat.

Dasar NH-Aziz membenahi toilet dan tempat wudhu tiap masjid bertolak dari pengalaman nyata. Dalam perjalanan dari Makassar ke Palopo yang memakan waktu hingga 8 jam, biasanya penumpang pastinya akan singgah untuk salat atau buang air kecil.

“Sepanjang perjalanan itu, saya kira masih jarang mesjid yang disinggahi layak toiletnya, bersih dan bagus. Begitu juga tempat wudhu, padahal itu sangat pentin karena menjadi cerminan kehidupan masyarakat muslim,” jelas Aziz.

Ditempat terpisah, Ichsan Yasin Limpo (IYL) mengumbar komitmennya untuk tidak menjadikan rumah ibadah sebagai tempat untuk kepentingan kampanye politik.

Selanjutnya…

loading...