Begini Kata Pengamat Soal Gugatan Appi-Cicu Hingga ke PTUN

BERBAGI
Pengamat Politik Unismuh Makassar, Andi Luhur Prianto

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Gugatan pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) melalui kuasa hukumnya ditolak oleh Panwaslu Kota Makassar.

Kali ini, gugatan berkaitan dengan pembatalan rivalnya, pasangan calon Moh Ramdhan “Danny” Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (Danny-Indira) kembali akan dilakukan di PTUN.

BACA: Sengketa Gugatan Appi-Cicu Berlanjut di PTUN

Sikap Appi-Cicu yang cenderung ingin melawan kotak kosong atau menggugurkan DIAmi dalam gelanggan demokrasi lima tahunan sekali itu dinilai akan berdampak pada citra buruk pasangan yang menggunakan tagline “Makassar Untuk Kita” itu.

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Priyanto mengatakan, pelembagaan demokrasi elektoral memang menghendaki penyelesaian persoalan melalui cara-cara “nir-kekerasan”.

“Baik itu melalui jalur Litigasi maupun non Litigasi. Memang tersedia jalur gugatan di peradilan PTUN. Tetapi prosesnya kadang tidak kongruen dengan tahapan-tahapan elektoral,” kata Luhur, Senin (26/2/2018).

Lanjut luhur, gugatan yang berlebihan ini dinilai akan merusak citra elektoral. Bahkan, jika tidak dekelolah dengan baik, simpati pemilih akan lebih besar ke Danny-Indira dan secara otomatis akan merugikan Appi-Cicu.

“Tetapi secara citra elektoral, posisi ini tidak menguntungkan penggugat karena menujukkan kualitas gugatan dari tim hukum yang lemah. Pembuktian di peradilan Panwas sudah berakhir,” jelasnya.

Dia menilai, hal yang paling penting dilakukan dalam pesta demokrasi adalah meraih simpati masyarakat. Arena politik sesungguhnya, dengan cara bertarung lebih elegan.

“Lebih baik fokus menghadapi langgam kontestasi elektoral. Arena politik yang sesungguhnya,” tandasnya.

Penulis: Muhammad Adlan

loading...