Tak Cantumkan Logo Parpol Pengusung, Tim Prof Andalan Minta Maaf

BERBAGI
Ketua Tim Pemenangan Prof Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan), Taufik Fachruddin/ IST

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ketua Tim Pemenangan Prof Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan), Taufik Fachruddin menyampaikan permohonan maaf kepada pengurus, kader dan simpatisan partai pengusung Prof Andalan.

Permohonan maaf tersebut disampaikan Taufik menanggapi protes yang disampaikan oleh partai pengusung terkait tidak adanya lambang partai politik pengusung yang terpasang dalam Alat Peraga Kampanye (APK) Prof Andalan yang dipasang oleh KPU.

“Atas nama Tim Prof Andalan Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus, kader dan simpatisan partai pengusung atas hal tersebut (tidak adanya logo partai di APK),” ujar Taufik Fachruddin, melalui rilis yang diterima Sulselekspres.com, Senin (26/2/2018).

Taufik mengungkapkan ini murni kesalahan teknis pada pengiriman file, dan tidak ada kesengajaan sama sekali untuk tidak memasang lambang parpol.
“Hari ini kita rapat di Setgab dengan pimpinan partai koalisi agar ke depan koordinasi semakin baik,” ujarnya.

Ia mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak KPU dan LO kandidat agar dapat mengganti atribut tersebut dan mencantumkan logo partai politik.

“Dari 24 kabupaten baru Makassar yang terpasang, dan Kita telah berkoordinasi dengan KPU dan LO kandidat agar kami bisa mengganti atribut tersebut dengan atribut yang mencantumkan logo parpol. Dan insya Allah di 23 Kabupaten tidak akan terjadi seperti ini,” jelas Taufik.

Sekretaris DPW PAN Sulsel Jamaluddin Jafar angkat bicara soal sikap pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) yang tak ingin mencantumkan logo parpol pengusung. Dalam Alat Peraga Kampanye (APK) yang dicetak oleh KPU Sulsel.

Sementara kandidat lainnya yang maju melalui jalur parpol seperti Agus-TBL dan NH-Aziz mencantumkan logo partai pengusung. Padahal pasangan dengan tagline Prof Andalan ini diusung oleh tiga parpol yakni PDI-Perjuangan, PKS, dan PAN.

Jamal sapaan akrab Jamaluddin Jafar menyebutkan sikap NA-ASS ini jelas melecehkan parpol pengusung termasuk PAN. Sebab dari awal pasangan tersebut maju lewat jalur parpol dan diusung oleh PAN.

“Ini pelecehan terhadap partai. Bayangkan saja umpamanya kalau dia jadi gubernur berarti dia tidak anggap kita ini,” tegas Jamal, saat ditemui di Kantor DPRD Sulsel, Jalan Sumoharjo Makassar, Senin (26/2/2018).

Penulis: Abdul Latif

loading...