Ketua Komisi 8 DPR RI Bawakan Kuliah Umum Di UIN Alauddin Makassar

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM -Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dr H M Ali Taher Parasong SH M Hum bertandang ke UIN Alauddin Makassar dalam rangka membawakan Kuliah Umum yang bertema Reaktualisasi Peradaban Islam dalam Pencerahan dan Transformasi IPTEKS. Kuliah ini digelar di Aula Rektorat lantai IV, Kampus II UIN Alauddin Samata, Kabupaten Gowa, Rabu (28/2/2018).

Dalam kunjungannya tersebut, Ali Taher memberikan apresiasi atas perkembangan UIN Alauddin Makassar sebagai kampus Islam di Indonesia Timur.

“Di luar faktor fisik, visi yang telah dibangun oleh Rektor dan jajarannya ini sudah bagus sekali. Tinggal mengintervensi dari sisi kebijakan publik,” ujar politisi fraksi PAN ini.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pengembangan Sumber Daya Manusia di UIN sudah cukup berkualitas dan rasio mahasiswa pun telah terpenuhi, yakni lebih dari 20 ribu mahasiswa di UIN Alauddin Makassar.

“Saya memiliki intuisi yang sangat kuat bahwa UIN ini akan maju lebih cepat dari yang kita duga,”jelasnya.

Mantan Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini juga mengatakan bahwa DPR tidak pernah berhenti untuk melakukan inovasi terkait dengan perkembangan UIN, STAIN dan IAIN yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

“Sekarang ini kita sudah punya enam IAIN baru menjadi UIN, delapan STAIN menjadi IAIN. Ke delapan STAIN ini punya 10 tahun jangka waktu untuk menjadi UIN agar kita bisa kompetitif,” paparnya.

Selain itu, DPR juga melakukan pemekaran Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis), di antaranya Dirjen Pendidikan Tinggi Agama Islam yang mewadahi seluruh perguruan tinggi islam, Dirjen Madrasah, dan Dirjen Diniyah dan Pondok Pesantren.

Sebagai ketua komisi ia mengaku lebih berpihak kepada UIN Alauddin Makassar sebagai perguruan tinggi Islam yang akan memberi perubahan ke depannya.

“Ada pembelaan keberpihakan karena UIN Makassar ini menampung begitu banyak anak-anak dari Indonesia Timur yang memberikan perubahan harapan masa depan,” tutupnya.

Penulis: Muhammad Adlan

loading...