Kisah Sedih Nenek Yona, Tinggal Sebatang Kara di Gubuk Reyot

BERBAGI
Nenek Yona hidup seorang diri dalam gubuk reyok, tanpa seorangpun yang merawatnya. Foto: Facebook

JENEPONTO, SULSELEKSPRES.COM – Dalam usia yang sudah 80 tahun, nenek Yona harus mengarungi kerasnya hidup sebatang kara.

Hidup seorang diri dalam gubuk reyok, tanpa seorangpun yang merawatnya. Gubuk reyot dengan atap bocor, berdinding gamacca, anyaman bambu seadanya yang juga sudah banyak berlobang.

Nenek Yona tinggal di Dusun Lebang Manai, Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Jeneponto.

Baca: Iksan Iskandar Dinilai Berhasil Pimpin Jeneponto

“Namanya nenek Yona, tinggal sendirian umur 80-an,” kata Hertamink Jeka, pemuda yang mendatangi langsung kediaman Nenek Yona belum lama ini (28/2/2018).

Baca: Raja Curanmor Berhasil Dilumpuhkan Petugas di Jeneponto

Hertamink berkunjung dan memberikan bantuan. Bantuan ini hasil kerjasama PKH Peduli dan Walasuji yang dinahkodai Fajar Rasang.

Hertamink menambahkan, sejauh ini pihak Dandim 1425 setempat telah mengetahui keadaan nenek Yona. Rencananya, akan membangunkan rumah layak huni.

Nenek Yona tinggal di Dusun Lebang Manai, Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Jeneponto. Foto: Facebook

“Kebetulan tetangganya mauji hibahkan tanahnya di banguni rumah semasa hidupnya,” tambahnya.

Baca: 3 Kisah Cinta Pedih, Peluk Mantan Kekasih di Pelaminan

Dalam waktu dekat, PKH Peduli dan Walasuji akan kembali melakukan kunjungan. “Ini untuk melihat kebutuhan pokoknya lagi,” pungkasnya.

Penulis: Agus Mawan

loading...