Bertemu Surya Paloh, Pengamat Soroti Sikap Politik SYL

BERBAGI
Kedatangan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Ketua DPW Nasdem Sulsel, Rusdi Masse, legislator Nasdem asal Sulsel Akbar Faisal serta Calon Wali Kota Makassar usungan Nasdem, Munafri Arifuddin (Appi) dan Rachmatika Dewi (Cicu), menikmati makan siang Sop Konro di RUjab Gubernur Sulsel/ IST

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pertemuan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, menuai sorotan dari kalangan akademisi.

Akademisi Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas), Aswar Hasan, mengatakan, perjuangan mantan Bupati Gowa dua periode itu, harus berakhir dengan mengorbankan idealisme serta loyalitas, jika berpindah partai, dari Wakil Ketua DPP Partai Golkar ke partai besutan Surya Paloh.

Menurutnya, perjuangan Yasin Limpo (YL) ayah dari Syahrul harus berakhir di generasi kedua sebagai kader Golkar. Sebab, tradisi yang mendarah danging di partai bwrlambang pohon beringin itu harus berakhir era politik kepentingan.

“Berarti idealisme dan loyalitasnya (SYL) di partai Golkar sudah game over (Selesai permainan). Itu bisa bermakna tradisi yang sudah mendarah daging di Golkar yang dirintis pendiri Golkar Yasin Limpo, sudah berakhir di generasi ke dua,” tegas Aswar Hasan, saat dihubungi melalui WhatsAppnya, oleh Sulselekspres.com, Rabu (28/2/2018) malam.

Namun, lanjut Aswar, tidak heran jikan terjadi hal yang demikian, sebab politik di era milenium ini, sudah cenderung dengan politik pragmatis serta sudah dipenuhi kepentingan-kepentingan semata.

“Itu wajar saja terjadi dalam model dan cara berpartai zaman now, yang sudah lebih pragmatis dengan dominasi klik-klik politik kepentingan yang berlindung di balik aturan main dalam berpartai,” jelas mantan aktivis HMI itu.

Selain itu, kata Aswar, pilihan pindah partai hampir menjadi favorit bagi pengemmar pindah-pindah partai. Hal yang serupa yang dikatakan pengamat politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Firdaus Muhammad, SYL seharusnya tetap bertahan di Partai Golkar, meskipun tidak menguntungkan bagi gubernur Sulsel dua periode itu.

“SYL sebaiknya tetap di Golkar sekalipun kondisi politik di Golkar tidak menguntungkan,” kata Firdaus saat dihubungi melalui WhatsAppnya, Rabu (28/2/2018).

Apalagi, kata Firdaus, bergabung di partai besutan Surya Paloh itu, selain tidak menguntungkan bagi politisi senior Golkar ini. Saat ini juga bukanlah momentum yang tetap untuk bergabung.

“Namun bergabung di Nasdem juga bukan momentum yang tepat bagi SYL, ” katanya.

Namun, Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh mengatakan, dalam waktu satu bulan ini, Wakil Ketua DPP Golkar itu, akan beganti warna partai.

“Saya kasi waktu satu bulan untuk Syahrul,” ungkap Surya Paloh, saat ditemui di sela-sela rapat konsolidasi pemenangan Nasdem Sulsel, di Grand Hotel Clarion, Jalan Landak Baru Makassar, Rabu (28/2/2018).

Penulis: Abdul Latif

loading...