Sering Terima Pesan Hadiah Di WhatsApp? Pelakunya Sudah Ditangkap

BERBAGI
Jatanras Polda Metro Jaya (PMJ) bersama Timsus Ditreskrimum Polda Sulsel berhasil mengungkap kasus penipuan online. Sumber: Polda Sulsel

WAJO, SULSELEKSPRES.COM – Jatanras Polda Metro Jaya (PMJ) bersama Timsus Ditreskrimum Polda Sulsel berhasil mengungkap kasus penipuan online, pada Sabtu (3/3/2017) sekira pukul 03.30 Wita.

Pengungkapan kasus yang dipimpin AKP Dwi Yanuar. Ms, juga berhasil menangkap terduga dalang dibalik penipuan online.

Dari keterangan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, diketahui tiga terduga pelaku atas nama Tajuddin(24) yang berperan sebagai otak, Asriyadi (30) bertugas membuat iklan perangkap, dan satu yang bertindak sebagai pencair uang atas nama Mabrur(21).

BACA: Bengkel 212: Servis dan Ganti Oli Gratis Asal Baca Alquran

Dicky menambahkan, ketiga pelaku ditangkap di Desa Lautang, Belawa, Kabupaten Wajo.

Dari hasil penyidikan, Dicky menerangkan bahwa pelaku dalam modus penipuannya dengan cara membuat puluhan blogspot yang berisi janjian hadiah bagi yang mempunyai pin.

“Untuk meyakinkan Korban, pelaku mencantumkan nama serta Foto Pejabat Negara Republik Indonesia (salah satu contoh : Kapolri),”imbuhnya.

Lebih lanjut, pelaku mencari nomor-nomor pengguna aplikasi WA secara acak, dengan memanfaatkan Aplikasi Friend Search For WhatsApp, lalu mengirimkan pesan kepada target korbannya, seolah-olah penerima pesan mendapatkan hadiah.

“Untuk meyakinkan korban, dalam pesan tersebut ada tautan / link ke Blogspot yang sudah pelaku persiapkan,”tambahnya.

Sementara itu, dalam menjalankan aksinya, pelaku dibantu oleh Imran yang kini masih dalam pengejaran petugas.

Di lokasi penangkapan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa lima unit laptop berbagai merk, modem, dan puluhan unit handphone berbagai merk.

Selain itu, dari tangan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa puluhan simcard dan beberapa kartu ATM serta jutaan uang tunai.

Hingga kini, salah seorang otak dibalik penipuan atas nama Ulla bersama satu pelaku, Imran masih dalam pengejaran.

Penulis : Agus Mawan

loading...