PSI: Pernyataan Ketua PGRI Sulsel Keliru dan Tendensius

BERBAGI
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel, Fadli Noor(kiri) dan Cagub Sulsel Nurdin Abdullah/ IST

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel, Fadli Noor, menangapi penyataan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulsel, Prof Wasir.

Sebelumnya, Wasir mengatakan Nurdin Abdullah tidak pantas menggunakan gelar professor pada atribut kampanye. Hal itu dinilai Fadli terhadap Prof. Nurdin Abdullah adalah pernyataan yang keliru dan tendensius.

Menurut politisi dari partai anak muda itu, kekeliruan Prof. Wasir karena menganggap bahwa Prof. Nurdin Abdullah telah mundur sebagai ASN sehingga harus melepas gelar professornya.

“Prof Wasir tidak melihat fakta bahwa AM Hendropriyono dan Susilo Bambang Yudhoyono juga merupakan guru besar yang bukan merupakan ASN,” kata Fadli Noor, kepada Sulselekspres.com, Kamis (8/3/2018).

Sebab, penggunaan gelar professor dijelaskan dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Permendkbud 88/2013 dan pengangkatan seseorang sebagai guru besar dengan gelar professor dilakukan melalui surat keputusan (SK) oleh mentri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud).

“Pemberhentiannya pun tentu melalui SK Mendikbud, bukan oleh Ketua PGRI,” pungkasnya.

Bahkan, Fadli menilai, sikap Ketua PGRI Sulsel itu, merupakan sebuah kesalahan, sebab, sudah mengkritik gelar yang berkaitan dengan politik. Mestinya Prof. Wasir tidak melontarkan kritikan tersebut.

“Saya melihat Prof Wasir ini mengkritisi Prof Nurdin Abdullah sekaitan dengan politik, padahal justru dia yang ikut cawe-cawe urusan politik,” tegasnya.

Untuk diketahui, PSI merupakan salah satu partai pendukung pasangan calon Prof Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof-Andalan), pada helatan pesta demokrasi satu kali lima tahunan 27 Juni 2018 ini.

Penulis: Abdul Latif

loading...