Sebelum Kritik Nurdin Abdullah, Prof Wasir Pernah Puji IYL

BERBAGI
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulsel, Prof Dr Wasir Thalib

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kritik keras Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulsel, Prof Dr Wasir Thalib terhadap penyematan gelar ‘Prof’ untuk Nurdin Abdullah di Pilgub Sulsel berbuntut panjang.

Wasir Thalib sebagai pimpinan organisasi guru dicurigai telah masuk terlalu jauh dalam ranah politik praktis. Terlebih, dengan adanya jejak digital dimana dirinya pernah memuji kandidat calon gubernur lain, yakni Ichsan Yasin Limpo (IYL).

Akhir tahun lalu, melalui sejumlah rilis, Prof Wasir Thalib memuji gagasan pendidikan IYL. Prof Wasir menyebut jika gagasan IYL yang sudah diterapkan di Gowa, yakni Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) bisa menjadi kebijakan nasional.

“Saya ucapkan selamat kepada Bapak Ichsan Yasin Limpo sebagai penggagas. SKTB hanya ada di Gowa. Ini boleh diterapkan secara nasional kalau memang itu bagus untuk pendidikan. Siapa sih tidak mau yang baik,” kata Prof Wasir di FGD Pengembangan SKTB di Hotel Sheraton Makassar, Kamis (07/12/2017) lalu.

Foto: (Int)

Seperti banyak diberitakan, Prof Wasir mengkritik Nurdin Abdullah yang menyematkan gelar Prof dalam atribut politiknya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel, Fadli Noor juga mengkritik Prof Wasir yang dianggapnya sebagai pernyataan keliru dan tendensius.

“Prof Wasir tidak melihat fakta bahwa AM Hendropriyono dan Susilo Bambang Yudhoyono juga merupakan guru besar yang bukan merupakan ASN,” kata Fadli Noor, kepada Sulselekspres.com, Kamis (8/3/2018).

Sebab, penggunaan gelar professor dijelaskan dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Permendkbud 88/2013 dan pengangkatan seseorang sebagai guru besar dengan gelar professor dilakukan melalui surat keputusan (SK) oleh mentri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud).

Fadli menilai, sikap Ketua PGRI Sulsel itu, merupakan sebuah kesalahan, sebab, sudah mengkritik gelar yang berkaitan dengan politik.

“Saya melihat Prof Wasir ini mengkritisi Prof Nurdin Abdullah sekaitan dengan politik, padahal justru dia yang ikut cawe-cawe urusan politik,” tegasnya.

Penulis: Abdul Latif

loading...