Awal Pesta Panen Bacukiki Dimeriahkan Ritual ‘Mappadendang’

BERBAGI
Suasana puluhan Kelompok Tani di Kecamatan Bacukiki menggelar pesta panen untuk musim tanam Oktober 2017-Maret 2018.(Ist)

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Puluhan Kelompok Tani di Kecamatan Bacukiki menggelar pesta panen untuk musim tanam Oktober 2017-Maret 2018 yang dipusatkan di Bocco-Bocco’e Kelurahan Watang Bacukiki Kota Parepare, Senin (12/08/2018). Pesta panen yang diawali dengan ritual mappadendang, yang dikenal sebagai pesta panen suku Bugis.

Ritual Mappadendang yang sudah menjadi tradisi saat panen tiba tersebut, merupakan ritual yang dilakukan bersama dengan menumbuk padi dalam lesung panjang, yang mempunyai lubang berjumlah enam, hingga dua belas yang disebut Pallungeng, serta menggunakan alat tumbuk yang oleh suku Bugis disebut alu. Setelah pelaksanaan ritual Mappadendang, kemudian dilanjutkan dengan panen perdana yang dilaksanakan di Abbanuangnge.

Camat Bacukiki, Iskandar Nusu mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini, yang telah menjadi tradisi khususnya dikalangan masyarakat Bacukiki. Dia mengharapkan, kegiatan ini tidak hanya sebatas upacara saja, tetapi menjadi motivasi bagi para petani untuk selalu bersyukur atas hasil panennya.

“Jadi mappadendang ini sebagai simbol kesyukuran kita pada sang khalik agar pada saat memasuki musim tanam hingga musim panen berikutnya, petani tetap mendapatkan kemakmuran dan hasil panen yang melimpah,” katanya.

Di samping itu, katanya, ritual mappadendang juga dimaksudkan untuk mempertahankan warisan budaya leluhur yang dikhawatirkan makin ditinggalkan generasi muda.

“Sangat penting menjaga dan melestarikan seni serta budaya daerah, dan ini menjadi peran kita semua dalam melestarikan budaya leluhur. Salah satu caranya dengan jadikan mappadendang ini ritual yang wajib dilaksanakan sebelum panen,” ungkapnya.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Rostina menjelaskan, kegiatan panen raya padi untuk musim tanam Oktober 2017-Maret 2018 ini, adalah dalam rangka swasembada pangan guna meningkatkan penghasilan para petani di Kota Parepare.

“Tentunya kita sangat mengharapkan hasil panen ini dapat memenuhi kebutuhan para petani. Dan kita akan maksimalkan bantuan kepada petani termasuk pemenuhan kebutuhan bibit dan pupuk serta kebutuhan lainnya yang berkaitan dengan pertanian,” tandasnya.

Penulis : Luki Amima

loading...