NA Kritik Program Gratis, Jubir NH: Analisa Seorang Profesor Yang Dangkal

BERBAGI
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sulsel, Muhammad Risman Pasigai

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pernyataan Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), terkait program gratis yang dinilainya memanjakan masyarakat dan tidak membangun daya usaha, mendapat kritikan balik, M Risman Pasigai, Juru Bicara Pasangan nomor urut 1 usungan Partai Golkar, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).

Apalagi, kritikan NA yang disampaikan saat kampanye di Bone itu seolah menyindir pasangan Calon Gubernur-Calon Gubernur Sulsel usungan Golkar, NH-Aziz, yang selama ini mempromosikan banyak program gratis.

“Ah masa orang sekelas NA ngomong begitu. NA itu profesor, masa analisanya dangkal. Kalau analisa begitu, tidak harus jadi profesor orang,” kata Risman, melalui rilis yang diterima Sulselekspres.com, Rabu (14/3/2018).

Baca: NA Nilai Program gratis Turunkan Daya Usaha

Ditanya soal program gratis NH-Aziz, Wakil Ketua Bidang Organisasi Partai Golkar Sulsel ini mengatakan, semua program NH-Aziz itu sudah melalui kajian tim ahli sebelum dilempar ke publik.

Lagipula, kata dia, Nurdin Halid itu ekonom dan pengusaha. Pasti NH tahu bagaimana hitung-hitungan sebelum menawarkannya kepada calon pemilih dalam hal ini masyarakat Sulawesi Selatan.

“Tidak mungkin Pak Nurdin Halid mau merusak integritasnya sebagai seorang ekonom. Karena kekuatan analisa dan praktik ekonominya pula, Pak Nurdin Halid itu dipercaya memimpin koperasi Indonesia dan Asia,” bebernya.

Menurut Risman, pemerintah itu adalah pelayan bagi masyarakatnya, sehingga sudah sepatutnya pemerintah memberikan apa yang menjadi hak rakyatnya bahkan gratis sekalipun karena sudah diperhitungkan bahwa anggaran yang ada mampu membiayai.

Jika dipercaya menjadi Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel, NH-Aziz bukan hanya akan mengandalkan APBD Sulsel saja, tetapi pasangan ini diyakini akan mampu meminta bantuan dari pusat.

“Apalagi, selama ini keduanya berkiprah secara nasional di pusat. Pak NH dan Pak Aziz salah satu keunggulannya adalah sejauh ini hanya satu-satunya pasangan yang berkiprah secara nasional dan punya jaringan kuat di pusat,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, tidak seharusnya NA melakukan pembodohan dengan membantah program layanan yang sebenarnya bisa dilakukan.

Risman lalu mengeritik NA bahwa pantas saja Program Pendidikan Gratis yang dicanangkan Pemprov Sulsel selama ini tidak mampu dilaksanakan di Bantaeng di mana NA menjadi bupati.

Itu terungkap dari warga Bantaeng saat NH berkunjung ke sana beberapa waktu lalu. Sejumlah warga mengaku program pendidikan gratis di Bantaeng tidak berjalan, padahal sudah saat dinikmati masyarakat.

“Bisalah diukur bahwa pantas di Bantaeng hanya mampu bangun Pantai Marina. Jangan juga menjual proyek daerah dengan memamerkan bangunan bagus seperti di Bantaeng lalu dianggap itu sebuah keberhasilan besar. Kalau APBD cukup, siapapun yang memimpin daerah pasti mampu membangun yang bagus-bagus,” ujar dia.

Hal itu, kata Risman, karena membangun adalah kewajiban pemerintah. Yang harus menjadi gambaran kecerdasan pemimpin jika mampu membuat terobosan layanan yang membuat rakyatnya menjadi nyaman dan sejahtera.
“Salah satu bentuk kenyamanan rakyat adalah memberikan haknya secara gratis, terutama di sektor pendidikan, pertanian, dan layanan administrasi penduduk,” bebernya.

Penulis: Abdul Latif

loading...