Pengamat: Petahana Harus Berhati-hati, Parpol Appi-Cicu Belum Bergerak Maksimal

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Dinamika politik perhelatan demokrasi Pemilihan Walikota Makassar 2018 menjadi semakin menarik pasca berjalannya tahapan kampanye.

Dua pasangan calon, Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) dan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) tengah unjuk kekuatan memperkenalkan program yang diusung menuju pemilihan yang akan dihelat 27 Juni 2018 nanti.

Masing-masing pasangan mulai tarik-menarik dukungan. Mengingat status pasangan DIAmi sebagai petahana dengan survei yang lebih tinggi, Appi-Cicu diharuskan bekerja ekstra untuk bisa mengejar ketertinggalan.

Membaca gerakan politik dari dua pasangan calon tersebut, Pengamat Politik Arqam Azikin menilai bahwa upaya yang dilakukan Appi-Cicu untuk mengejar ketertinggalan sudah cukup massif.

“Sejauh ini saya melihat, gerakan Appi-Cicu untuk mengejar ketertinggalan dari petahana sudah cukup massif dengan melahirkan kemajuan, hanya saja belum maksimal,” kata Arqam dihadapan wartawan saat mengisi diskusi politik, di warkop Dottoro 212, di Jalan Boulevard Makassar, Rabu (14/3/2018), siang tadi.

Lebih jauh, Arqam mengatakan, upaya yang dilakukan Appi-Cicu belum maksimal, petahana harus berhati-hati, “Entah apa yang membuat Appi-Cicu belum bergerak maksimal dengan jumlah 10 partai pengusung, mungkin kah ini bagian dari strategi,” imbuhnya.

“Sejauh ini partai pengusung Appi-Cicu belum kelihatan maksimal, makanya petahana harus berhati-hati ketika ternyata partai pengusung tengah menyiapkan strategi khusus untuk kampanye,” tambahnya.

Arqam kemudian menyarankan jika hal tersebut bukan faktor strategi yang disembunyikan, maka sebaiknya Appi-Cicu menata kembali kerja-kerja tim pemenangan dari parpol pengusung, sebab sejauh ini yang lebih banyak bergerak adalah tim-tim relawan.

Penulis : Agus Mawan

loading...