Nenek Hase, Tunanetra di Sinjai Hidup Sebatangkara Tanpa Bantuan Aparat

BERBAGI
Seorang warga Kampung Honto, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Hase (45) hidup seorang diri di gubuknya, dengan kondisi tidak bisa melihat sama sekali/ SULSELEKSPRES.COM/ MUHAMMAD ADLAN

SINJAI, SULSELEKSPRES.COM – Seorang warga Kampung Honto, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Hase (45) hidup seorang diri di gubuknya, dengan kondisi tidak bisa melihat sama sekali.

Indera penglihatannya sudah tidak berfungsi selama bertahun-tahun. Namun, Hase tidak pernah mendapat perhatian dari pihak terkait, bahkan Ia tidak mendapat beras untuk rakyat miskin (Raskin) tahun ini dari pemerintah.

Dengan keterbatasan tersebut, Hase tidak berputus asa, dia bahkan berusaha turun ke sawah dengan menjadi petani yang menggarap sawah orang.

“Tahun ini saya tidak dapat lagi Raskin, saya tidak tahu kenapa tidak dapat beras miskin padahal di desa ini masih banyak yang dapat,” katanya, belum lama ini.

Penghasilan yang didapat itupn terbilang tidak mencukupi jika tidak ada pekerjaan, sehingga dia tetap berharap agar pemerintah terkait dapat memberikan bantuan agar keringanan dalam menjalani kehidupannya karena selama bertahun tahun ini tidak pernah diperhatikan sebagai warga Sinjai bahkan jatah raskinnyapun dicabut.

Sementara aparat Desa Gareccing, Andi Mappigau menyampaikan bahwa pihaknya hanya menyalurkan beras miskin ke warga dan yang melakukan pendataan adalah petugas BPS Statistik Pusat.

Sekadar diketahui berdasarkan pantauan sejumlah warga miskin di Sinjai tidak mendapat beras miskin. Sementara sejumlah warga lainnya mendapat beras miskin meski memiliki kemampuan yang lebih dari yang lainnya.

Penulis: Muhammad Adlan

loading...