Terungkap Dalang Pembobolan Rekening Nasabah BRI

BERBAGI

JAKARTA, SULSELEKSPRES.COM – Setelah melakukan penyidikan selama satu minggu, Tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya akhirnya berhasil mengungkap dalang dibalik kasus Skimming ATM di Bali, Bandung, Jogjakarya, Tanggerang, dan Jakarta, pada Kamis (15/3/2018).

Skimming adalah pencurian data kartu kredit atau kartu debit (kartu anjungan tunai mandiri/ATM) dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu.

Dari kasus tersebut, polisi menangkap lima pelaku skimming, yang terdiri atas 4 warga negara asing (WNA) dari Hungaria dan Rumania serta 1 warga negara Indonesia (WNI).

Kepala Unit Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rovan Richard Mahenu menuturkan kelima tersangka ini sudah beraksi sejak Juli 2017.

“Mereka membuat alat skimmer dan perangkat lain, kemudian memasangnya di berbagai ATM di wilayah Bali, Bandung, Yogyakarta, Tangerang, dan Jakarta,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurut Rovan, alat skimmer tersebut mengambil data nasabah, lalu digandakan di kartu ATM kosong.

Ia menambahkan, selanjutnya para tersangka tinggal menggunakannya seperti transaksi biasa di ATM.

“Digunakan dengan cara datang ke ATM, memasukkan nomor PIN (personal identification number), selanjutnya para tersangka menarik tunai uang yang ada di ATM,” katanya.

Sementara itu, dihadapan petugas pelaku mengaku, hasil skimming tersebut digunakan para tersangka untuk keperluan sehari-hari.

Mereka ditangkap di empat tempat berbeda, yakni De Park Cluster Kayu Putih Blok AB 6 Nomor 3 Serpong, Tanggerang; Bohemia Village 1 Nomor 57 Serpong, Tanggerang; Hotel Grand Serpong, Tangerang; dan Hotel De’ Max Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Di lokasi penangkapan, petugas menyita berbagai barang bukti dari tangan pelaku. Barang bukti itu di antaranya 1 deep skimmer, 1 encoder, 3 spy cam, 1.447 kartu ATM yang telah diisi dengan data curian, 21 kartu ATM member card, 4 kanopi PIN pet, 6 SD card merek Sundisk, 6 baterai merek Original Candy Pack, 4 mulut ATM (bezel), 5 unit ponsel, 19 karet mulut ATM (bezel), 1 laptop merek Lenovo, 6 modem, 5 hard disk, dan sejumlah alat lain.

Selain itu, juga di sita 2 buku paspor atas nama Andrian Steven Caitanovici (Rumania) dan Ferenc Hugyec (Hungaria) milik pelaku.

Penulis : Agus Mawan

loading...