Ultah 63 Tahun SYL di warnai Unjuk Rasa Walhi Soal Reklamasi CPI

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM -Sejumlah Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulsel kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulsel.

Dalam aksinya, mereka mendesak Gubernur Syahrul Yasin Limpo untuk tidak melanjutkan reklamasi dan pembangunan CPI.

Selain itu, dalam aksinya, WALHI membentangkan spanduk panjang yang intinya meminta pemerintah agar menghapus alokasi ruang tambang pasir laut di dalam rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil.

Kepala Departemen Advokasi, Muhammad Al Amin, menjelaskan bahwa aksi kreatif ini digelar dalam memberi peringatan kepada pemprov untuk tidak melanjutkan reklamasi dan pembangunan CPI.

“Faktanya proyek CPI ini sudah menghancurkan desa-desa, serta menurunkan pendapatan nelayan di 3 kecamatan di Kabupaten Takalar. Artinya keliru kalau proyek ini untuk masyarakat. ” tegas Amin.

Selain itu, Amin menegaskan bahwa banyak masyarakat Sulsel terkhusus yang bermukim di pesisir menolak penimbunan laut, namun sayangnya Gubernur sama sekali mengabaikan penolakan-penolakan tersebut.

“Seharusnya Gubernur mendengar aspirasi masyarakat, bukan tetap memaksa untuk melakukan peresmian-peresmian yang sama sekali keliru.” Ujar Amin.

Menurutnya, Apalagi KKP dan DPRD Sulsel telah mengeluarkan rekomendasi penghentian sementara. “Harusnya Gubernur taat dengan rekomendasi tersebut.” Imbuhnya

Diakhir aksinya, aktivis WALHI melakukan atraksi simbolis dengan berbaring di tanah dan meletakkan spanduk di tubuh mereka.

“Ini sebagai simbol bahwa masyarakat telah dimiskinkan oleh proyek ambisius yang berpotensi merugikan negara dan merusak lingkungan,”utupnya.

Penulis : Agus Mawan

loading...