Tiga Kelebihan Nurdin Halid Dimata Nurdin Abdullah

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Tensi tinggi suhu politik jelang Pilgub Sulsel, tak membuat Prof Nurdin Abdullah kehilangan respek terhadap rivalnya.

Kedewasaan berpolitik diperlihatkan calon gubernur nomor urut 3 ini, dengan memberikan sanjungan terhadap lawan-lawannya. Spontan tanpa beban, Nurdin Abdullah memaparkan tiap detail kelebihan yang dimiliki para lawannya.

Khusus untuk Nurdin Halid, Prof Nurdin memberikan tiga catatan penting kelebihan lawannya ini.

Baca Juga:

VIDEO: Nurdin Halid, Kesatria Perantau Bugis Pulang Kampung 

VIDEO: Agus Arifin Nu’mang: Pekerja Keras Dalam Diam

Nurdin Abdullah: Tokoh Santun Dengan Sejuta Karya

Ichsan Yasin Limpo: Sosok Pecatur Politik Penuh Kejutan

Prof Nurdin Abdullah mengatakan, perjalanan hidup suka duka telah dilalui seorang Nurdin Halid. Semua orang disebutnya pasti punya kelemahan dan kekurangan, tapi dibalik itu pasti ada kekuatan.

“Saya sungguh melihat bahwa kita semua ini masing-masing punya kelebihan dan punya kekurangan. Cuma kadang memang dalam segala aktivitas kita tidak semuanya berjalan mulus,” jelas guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas) itu saat ditemui di kediamannya, Perumahan Dosen Unhas, Jalan Printis Kemerdekaan, Makassar, Senin (19/3/2018) malam.

“Saya kira, saya mengapresiasi ini semua, dalam kondisi sesulit-sesulit apapun beliau bisa menghadapi berbagai cobaan,” tambahnya.

Berikut tiga catatan kelebihan seorang Nurdin Halid di mata Prof Nurdin Abdullah:

1. Nurdin Halid Punya Jiwa Kepemimpinan Sejak Muda

Nurdin Halid saat masih muda/Internet

Bagi seorang Nurdin Abdullah, sosok Nurdin Halid dianggapnya memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat besar. Jiwa seorang pemimpin yang sejak kecil sudah mulai terlihat.

“Pak Nurdin Halid itu, ya bagaimana pun juga beliau sejak muda sudah memimpin Puskud kan. Terlepas dari ada masalah, tapi yang pasti beliau sudah memimpin,” katanya.

Nurdin Halid memang memiliki catatan panjang dalam dunia koperasi. Tahun 1992-1997, pria kepahiran Bone ini mendapat kepercayaan menjadi Direktur Utama Puskud Hassanuddin. Di tangan NH, wajah Puskud Hasanuddin berubah total menjadi ‘perusahaan koperasi’ berlabel konglomerat.

Beragam usaha digarap seperti membeli dan menjual produk petani, usaha jasa taksi, ekspor impor, hingga perkulakan. Hasilnya, hanya dalam dua tahun, Puskud Hasanuddin diklaim meraup keuntungan hingga Rp17 miliar.

2. Tokoh Nasional

Nurdin Halid menjabat Ketua Harian DPP Golkar dalam dua kepengurusan berbeda/Ist

Karir politik Nurdin Halid sebagai kantan Ketua Harian DPP Golkar dianggap sebagai sesuatu yang luar biasa. Terlebih karena Golkar merupakan partai besar di repoblik ini

Nurdin Halid dianggap sudah terlanjur terkenal secara nasional. Belum lagi soal pengalaman matang selama berada di partai terbesar itu.

“Pak Nurdin Halid terus menanjak sampai pada menjadi Ketua Harian DPP Partai Golkar. Golkar itu adalah partai terbesar, beliau secara nasional sudah terkenal,” ungkap calon gubernur yang berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman (Andalan) itu.

Karir Nurdin Halid di Partai Golkar terbilang cemerlang. Dia menjadi Ketua Harian selama dua kepengurusan berbeda, sebelum akhirnya diturunkan menjadi ketua koordinator pratama dikepengurusan DPP Golkar saat ini.

3. Karir Sebagai Mantan Ketua Umum PSSI

Nurdin Halid mencium tangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden RI/Kompas

Karir Nurdin Halid di dunia pesepakbolaan Indonesia memang tak berakhir bahagia. Ini karena dirinya ‘dipaksa’ mundur sebagai ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan segala isu negatif yang memojokkan dirinya kala itu.

Meskipun demikian, bagi Nurdin Abdullah, kesempatan memimpin organisasi besar sekelas PSSI adalah sebuah prestasi.

“Beliau sudah berhasil memimpin PSSI, jadi saya si melihat beliau itu memiliki kemampuan. Pernah memimpin PSSI terus pernah menjadi Ketua Harian Golkar,” tutur Sekjen Apkasi se Indonesia itu.

“Cuma kadang memang dalam segala aktivitas kita tidak semuanya berjalan mulus,” ujarnya.

Polemik panjang diketahui mewarnai kasus antara Nurdin Halid dan PSSI saat itu. Nurdin Halid sempat dengan tegas mengundurkan diri meski ada imbauan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA).

Nurdin saat itu terus didesak mundur saat dirinya mendekam di rumah tahanan Salemba karena kasus penyelewengan dana minyak goreng Bulog.

FIFA, lewat sidang komite eksekutifnya meminta agar PSSI mematuhi kode etik seperti yang tertera dalam artikel 7 kode etik FIFA. Aturan itu menyatakan orang-orang dengan catatan kriminal dianggap tidak memenuhi syarat untuk menjadi pengurus.

Catatan Redaksi: Nurdin Halid saat dihubungi Sulselekspres.com tidak bersedia memberikan testimoni atau pujian kelebihan terhadap rivalnya di Pilgub Sulsel. Nurdin beralasan kalau sesi pujian terhadap rival akan ada dalam tahapan debat nantinya.

(Nantikan ulasan Sulselekspres.com selanjutnya. Pujian kelebihan Agus Arifin Nu’mang terhadap Ichsan Yasin Limpo)

Penulis: Abdul Latif

loading...