Jumardi Haruna Harapkan Keadilan Yusril Ihsa Mahendra

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Sulsel dituding telah menzalimi kadernya dengan melakukan pemecatan terhadap anggota DPRD Sulsel dua periode Jumardi Haruna.

Padahal mahkamah partai telah menyidangkan kasus dengan putusan menolak apa yang menjadi pokok perkara.

Jumardi mengaku telah dizholimi oleh Ketua DPW PBB Provinsi Sulsel, Badaruddin Puang Sabang yang menuding dirinya tidak loyal terhadap PBB. Padahal selalu mengikuti kegiatan DPP pada bulan April dan November tahun 2017 karena ada pemberitahuan.

BACA: Jumardi Haruna Bakri: Saya Dizalimi Oleh Partai

“Saya dituduh tidak membayar infaq sejak 2009-2014 padahal dia menjabat tahun 2015. Saya dituduh tidak loyal lah. Aneh suara terbanyak kok tidak loyal. Namanya mencari cari kesalahan. Ini saya sampaikan karena kegelisahan konstituen PBB di bawah,”ujar Jumardi Haruna Bakri, di ruang Fraksi Umat Bersatu DPRD Sulsel, Rabu (21/3/2018).

Menurut dia, pemecatan sepihak yang diteken oleh Badarudin Puang Sabang tanpa ada tembusan ke dirinya selaku pihak terkait, baru Ia ketahui pada april 2016. Kala itu, ia dipanggil oleh Mahkamah Partai, untuk mengklarifikasi pemecatan tersebut.

“Pada agustus 2016 Mahkamah Partai mengeluarkan keputusan bahwa saya tidak bersalah. Itu pula yang menyebabkan saya di beritakan malas karena harus mengikuti sidang di Mahkamah partai. Saya berhak membela diri. Coba kita bayangkan saya dibuatkan surat tidak bayar infaq selama lima tahun. Padahal itu kewajiban saya, saya sadar akan hal itu,”katanya, begitupun kegiatan-kegiatan lainnya.

Oleh karena itu dia berharap DPP PBB mengetahui duduk perkara yang menimpa dirinya dan mampu secara jernih melihat kondisi dinamika internal DPW PBB.

“Pak Yusril selaku ketua umum tentu identik dengan penegakan kebenaran dan kepastian hukum. Saya yakin beliau tidak akan salah, karena DPP hanya menyerahkan sepenuhnya kepada DPW, ketidaktahuannya terhadap teman – teman DPW yang sewenang-wenang, dan itu bertentangan dengan ideologi partai,”kata Jumardi

Menurutnya, tuduhan yang dilontarkan oleh DPW semua tidak masuk akal dan hanya mengada-ngada karena yang bersangkutan suara terbanyak kedua dari Jumardi Haruna.

Penulis: Abdul Latif

loading...