Soal Jumardi Haruna, Begini Pengakuan Ketua PBB Sulsel

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Sulsel, Baharuddin Puang Sabang menegaskan, bila anggota DPRD Sulsel, Jumardi Haruna Bakri tidak pernah memberikan kontribusi untuk partai selama ini.

Baharuddin mengatakan, apa yang disampaikan legislator DPRD Sulsel dari fraksi umat bersatu atau PBB, Jumardi Haruna Bakri merupakan hal yang sebaliknya terjadi di partai.

Selama periode pertama Jumardi Haruna menjadi anggota DPRD Sulsel dari partai berlambang bulan bintang ini, hanya lima kali menghadiri rapat kepengurusan. Begitu pula dalam hal berinfak yang disepakati dari hasil rapat yang digelar seluruh anggota DPRD se Sulsel.

BACA: Jumardi Haruna Harapkan Keadilan Yusril Ihsa Mahendra

“Dialah yang menzholimi partai sebenarnya. Dimana pada periode pertama Jumardi kemungkinan paling tinggi kehadirannya di markas hanya lima kali selama periode pertama di DPRD,” jelas politisi senior PBB itu, saat ditemui di Jalan Adiaksa Baru, Makassar, Kamis (22/3/2018).

Seharusnya, diwajibkan seluruh anggota DPRD dari fraksi PBB untuk memberikan imfak sepuluh persen dari gaji anggota DPRD kabupaten dan DPRD Provinsi se Indonesia.

“Berdasarkan kewajiban dia harus membayar 10 persen dari setiap bulan untuk partai. Padahal pada saat itu hanya RP500 perbulan, itu pun masih ada beberapa yang belum di bayar sampai saat ini,” tambahnya.

Oleh karena itu lanjutnya, bila dibandingkan dengan anggota DPRD dari partai politik lain, maka yang paling sedikit memberikan imfak atau sumbangan kepada partai, hanyalah PBB yang paling memanjakan anggota DPRD nya.

“Partai Bulan Bintang ini terlalu baik kepada dia (Jumardi Haruna Bakri). Periode pertama dia tidak aktif, periode kedua tidak aktif lagi. Dia juga adalah anggota DPRD Sulsel paling malas. Itulah yang dia persembahan Jumardi kepada partai selama ini,” tegasnya.

Apalagi, selama ini ulasnya, jejak langkah yang dilakukan Jumardi Haruna dinilainya sangat tidak loyal sekali kepala perintah partai. Menurutnya kalau dia membela diri, dengan alasan tidak pernah diundang partai, alasan ada perintah partai sehingga malas hadir di DPRD Sulsel.

“Itu semua tidak benar. Jangan menjalankan perintah partai, tahu dimana markas (Kantor) partai saja dia tidak tahu. Dia tidak pernah aktif, orang ini tidak loyal pada partai, dia termasuk anggota DPRD Sulsel termalas, rata rata dibahawa 50 persen dari kehadirannya di DPRD Sulsel,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Latif

loading...