Gagal Maju Dipilgub, Bro Rivai: Visi- Misi Kandidat Tidak Realistis

BERBAGI
Bakal Calon (Balon) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Abdul Rivai Ras (Bro Rivai)/ IST

JAKARTA, SULSELEKSPRES.COM – Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Abdul Rivai Ras (Bro Rivai) menilai janji-janji kampanye para pasangan calon gubernur (Cagub) saat ini banyak yang tidak realistis dan terkesan fatamorgana.

“Janji-janji calon harus mempertimbangkan karakter geografis, sumberdaya, dan kearifan lokal masyarakat Sulsel. Visi seorang gubernur harus strategis dan mampu menjawab tantangan abad 21,” kata pendiri yayasan Bro Rivai Center ini, melalui rilis yang diterima Sulselekspres.com, Kamis (22/2/2018).

Sulsel, jelasnya, tidak lagi bisa mengandalkan diri sendiri dalam pembangunan. Sulsel harus membuka ruang kerjasama dengan provinsi lain dalam perencanaan pembangunan strategis sehingga bisa membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat di kawasan.

“Yang patut dipikirkan adalah pembangunan sektor yang menjanjikan dan punya nilai tambah dalam jangka panjang. Bukan janji yang hanya sekedar, seperti mimpi di siang bolong dan tidak realistik,” tandas Dosen Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan Universitas Pertahanan ini.

Karena itu, seorang cagub dituntut menguasai ilmu pemerintahan, khususnya manajemen perencanaan pembangunan. Provinsi, bebernya, adalah organisasi pemerintahan yang kompleks. Bukan organisasi sosial atau komunitas yang dikendalikan dalam satu dimensi saja melainkan bersifat multidimensional dan multikontekstual.

“Wacana pembangunan yang tidak lazim dalam level provinsi mestinya dijabarkan dalam program yang in-line dengan perencanaan makro sehingga tidak mengarang janji dan masuk akal. Misalnya saja janji pembangunan itu harus dimulai pada visi besar yang akan diwujudkan sesuai potensi sumberdaya yang ada serta kebanggaan budaya lokal yang patut dikembangkan sebagai modal pembangunan nasional,” tegas Bro Rivai.

Menurut pendiri Universitas Pertahanan ini, secara strategis Sulsel dapat didesain sebagai pusat koridor ekonomi di Kawasan Timur Indonesia, yakni dengan cara membangun koordinasi dan kerjasama pembangunan terintegrasi antar-provinsi pada sektor ekonomi tertentu. Apalagi secara historis Sulsel sudah pernah mencoba hal serupa yang disebut BKPRS atau Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi.

Keterhubungan antar-provinsi diyakini akan mengakselarasi pembangunan berdasarkan pada keunggulan masing masing, dan membuka peluang pasar baru serta menjadikan Sulsel sebagai pintu gerbang bagi provinsi lain di Kawasan Timur Indonesia.

Penulis: Abdul Latif

loading...