Ini Kronologi Jumardi Haruna Soal Pemecatan di PBB

BERBAGI
Partai Bulan Bintang (PBB)/ INT

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Sulsel, Burhanuddin Puang Sabang mengatakan, nama Jumardi Haruna Bakri di tubuh partainya bukan lagi sebagai kader.

Terlebih setelah ada keputusan dari dewan kehormatan partainya, yang memutuskan Jumardi Haruna Bakri sebagai kader yang tidak jujur kepada partainya.

“Orang yang seperti ini, PBB tidak membutuhkan nya,” tegas politisi senior PBB itu, saat ditemui di, Jalan Adiaksa Baru, Makassar, Kamis (22/3/2018).

Menurut Burhanuddin, alasan dipecat dari partai, bukan hanya satu alasan saja. Pertama katanya, selama periode pertama tahun 2004-2009 menjadi anggota legislator DPRD Sulsel dari partainya, hanya lima kali menghadiri agenda-agenda partai.

Kedua, Jumardi Haruna tidak memberikan infak sepenuhnya kepada partai, sesuai janjinya dengan partai melalui hasil rapat bersama seluruh anggota DPRD se Sulsel. Ketiga anggota DPRD Sulsel termalas itu katanya, sudah berbohong kepada partai, dengan menyampaikan kepada dewan kehormatan partai, bila dirinya hanya digaji Rp 6 juta saja per bulannya.

“Itu semua tidak benar, saya tahu semua berapa gaji anggota DPRD, mulai 2004-2009. Apalagi kalau sampai sekarang,” bebernya.

Lebih lanjut, Burhanuddin menjelaskan, dari kewajiban Jumardi Haruna selama 5 tahun tersebut masih ada sisa 10 persen yang belum dibayar kepada mantan partainya itu.

“Jumardi harus melunasi uang yang menjadi hak partai. Semua anggota DPR wajib melunasi utangnya,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Ketua MPW, Haris Abdul Rahman menambahkan, selain tidak mengikuti perintah partai atau membangkang, Jumardi Haruna tidak pernah bekerja sama dengan pengurus partai yang ada di daerah dapilnya.

Menurutnya, pemecatan Jumardi Haruna, juga merupakan kesepakatan dari Dewan Pimpinan Cabang di semua dapilnya. “Dia tidak mau ajak pengurus partai di dapilnya, kalau turun ke masyarakat, selalu saja pergi sendiri,” tambahnya.

Penulis: Abdul Latif

loading...