Tiga Sinyal SYL Sebelum Gabung Nasdem

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Tujuh tahun memimpin DPD I bukanlah momen singkat kebersamaan antara Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Partai Golkar Sulsel.

Suka duka tentu saja telah dilaluinya selama mengendalikan partai warisan orde baru ini. Terlebih karena SYL telah melewati proses politik penting dan terakbar di Golkar, dengan ikut mencalonkan diri sebagai kandidat ketua umum DPP Golkar. Meski tak terpilih, SYL kala itu banyak dinilai telah membuat trah politik baru di Golkar. Seorang elite tingkat provinsi yang berani bertarung di level Musyawarah Nasional.

Baca Juga:

Jejak SYL: Pimpin Golkar Dibantu Nurdin Halid, Pindah Partai Karena Nurdin

SYL Pindah Partai, Nurdin Halid: Alhamdulillah

Sinyal SYL Pindah Partai Sudah Terlihat Sejak Nurdin Halid Pimpin Golkar

Bagi banyak pihak, keputusan SYL mundur di Golkar untuk kemudian memilih Nasdem sebagai sesuatu hal mengejutkan. Apalagi jika melihat proses panjang yang telah dilaluinya bersama Golkar. Namun jika merunut kebelakang, sinyalemen SYL akan berpindah partai sudah bisa terbaca.

Berikut Sulselekspres.com merangkum 3 momen peristiwa penting yang dianggap sebagai sinyal SYL akan berpindah partai.

1. Cuekin Setya Novanto Waktu ke Sulsel

SYL dan Setya Novanto makan malam beberapa waktu lalu di Makassar. Foto: Internet

Pencopotan SYL dari kursi Ketua DPD I pada September 2016 lalu tanpa melalui proses Musda menjadi sesuatu yang janggal. Terlebih bagi Golkar yang selalu mengumandangkan soal mekanisme.

Saat SYL diberhentikan, kursi Ketua Umum masih dibawah kendali Setya Novanto (Setnov). Nurdin Halid yang menjabat Ketua Harian diturunkan untuk menggantikan SYL.

Baca: Video: SYL Menangis Usai Dikukuhkan Jadi Kader Nasdem

Sebulan pasca pencopotan tersebut, Golkar Sulsel menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) di Kabupaten Bone. Setnov hadir langsung, dan untuk pertama kalinya SYL tidak ikut mendampingi Setnov selama di Sulsel.

Setnov kemudian menyampaikan kalau dirinya akan sowan atau menemui SYL di Makassar. Hanya saja pertemuan yang diharapkan Setnov tidak terjadi hingga dirinya kembali ke Jakarta.

“Syahrul itu keluarga besar saya, sahabat saya, sahabatnya pak Nurdin, saya akan sowan ke sana ngobrol-ngobrol,” kata Setnov, Sabtu (22/10/2016).

Ketidakhadiran SYL banyak dibaca sebagai bentuk kekecewaan sekaligus protes dirinya terhadap Golkar atas pemberhentian dirinya.

SYL pasca diberhentikan sudah tidaklagi terlihat dalam setiap kegiatan Golkar Sulsel. Terakhir SYL muncul saat Munas DPP Golkar digelar, dimana Airlangga Hartanto ditetapkan sebagai ketua umum.

2. Loyalis SYL Ramai-Ramai Pindah ke Nasdem

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Sidrap Rusdi Masse/ IST

Ketua DPD II Golkar Sidrap, Rusdi Masse berpindah ke Nasdem kurang dari sebulan sebelum terbitnya SK pergantian SYL sebagai Ketua Golkar Sulsel. RMS dikenal sebagai loyalis dari SYL, bahkan dirinya ditunjuk sebagai Ketua Nasdem Sulsel pernah diisukan atas campur tangan seorang SYL yang memang dekat dengan Surya Paloh.

“Saya bukan politisi ulung, bukan pula Golkar sejati. Saya adalah Golkar SYL. Saya ber-Golkar karena ikut SYL,” ujar RMS saat memberikan keterangan terkait sikapnya berpindah partai, di Hotel Trisula, Senin (22/8/2016) lalu.

Baca: SYL Gabung Nasdem, Kadir Halid: Harusnya Pamit Dulu

Kepindahan RMS ke Nasdem ini ternyata menjadi permulaan jalan bagi hengkangnya para loyalis SYL. Satu persatu orang yang dikenal dekat dengan SYL mundur untuk kemudian gabung dengan Nasdem.

Sebut saja, Hj Tenri Olle Yasin Limpo yang juga kakak kandung dari SYL, Luthfi Halide (Besan SYL), Wabup Enrekang Amiruddin, mantan Wabup Takalar Makmur A Sadda dan Wakil Bupati Bantaeng Muhamad Yasin, Mantan Wabup Takalar Natsir Ibrahim, serta Wali Kota Palopo Judas Amir.

3. Intensitas Kedekatan dengan Surya Paloh

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh jauh sebelum pemberhentian SYL di Golkar telah menggoda Gubernur Sulsel ini untuk bergabung.

Dalam acara pelantikan RMS sebagai Ketua Nasdem Sulsel 26 Agustus 2016 lalu, Paloh sudah mengajak SYL.

Baca: Nurdin Halid ‘Habisi’ Kekuatan Klan Yasin Limpo di Golkar Sulsel

“Adik saya yang sudah kenal 37 tahun ini jadi Gubernur Sulsel sudah dua kali. Tapi masih Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar. Masih, ya masih,” ujar Paloh dengan nada kelakar.

Pernyataan Paloh ini seolah dia sudah tahu kalau jabatan SYL sebagai Ketua Golkar Sulsel sudah tidak akan bertahan lama.

Baca: Mengungkit Kenangan Kisah Manis RMS dan IYL

Setelah tidak lagi ketua Golkar, kedekatan SYL dan Paloh kian intens. Dalam beberapa kesempatan SYL dan Paloh terus pamer kedekatan. Beberapa kesempatan terlihat SYL selalu hadir mendampingi Paloh setiap ke Sulsel.

Penulis: Abdul Latif

loading...