Enam Kejadian Unik Saat Penyitaan Kantor PT. Abu Tours

BERBAGI
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel menyita tiga Rumah Toko (Ruko) milik PT. Abu Tours/ SULSELEKSPRES.COM/ AGUS MAWAN

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ada kejadian unik yang terjadi saat tim penydik Ditkrimsus Polda Sulsel menyita sebagian aet milik PT. Abu Tours.

Tiga Rumah Toko (Ruko) seluas 838,39 meter persegi yang terletak di Jalan Raya Baji Gau , Tamalate, Bongaya, dan satu ruko seluas 191,24 meter persegi di Jalan Kakatua Makassar, disita Tim Penyidik Dit Reskrimsus Polda Sulsel, Selasa (27/3/2018) pukul 17.00 Wita.

Terlihat sebanyak 4 orang tim penyidik turun memasang spanduk sebagai tanda penyitaan pada dua kantor unit pelayanan, satu toko percetakan, koperasi mandiri, dan kantor divisi handling dan perlengkapan milik PT. Abu Tours.

baca juga: Polda Sulsel Sita Empat Bangunan PT. Abu Tours

Namun pada saat proses pemasangan, ada saja perisitiwa unik yang diluar persiapan terjadi, berikut enam persitiwa yang berhasil dirangkum Sulselekspres.com.

1. Dua mobil milik tim penyidik tidak diperbolehkan markir diarea parkiran mobil yang terletak di belakang Kantor Abu Tours & Travel Baji Gau, akibatnya tim penyidik terpaksa memarkirkan mobilnya di pinggir ruas jalan Baji Gau.

2. Alat pemasangan spanduk tidak mendukung. Saat tim penyidik berusaha memasang papan berbicara pada bagian atas tembok luar kantor Abu Tours and Travel Baji Gau, petugas disusahkan lantaran minimnya perlengkapan pendukung seperti tangga. Akhirnya, kursi tinggi tempat satpam berjaga terpaksa diakali sebagai pengganti tangga.

3. Gagal memasang spanduk sebanyak dua kali. Hal ini terjadi dikarenakan penentuan posisi spanduk pada percobaan pertama kurang stategis.

Usaha keduanya, tepat dibagian pintu masuk. Namun, ukuran spanduk penyitaan yang lebih lebar dibandingkan lebar pintu masuk, akhirnya setelah lama memikirkan, tim akhirnya memutuskan untuk tetap memasang di pintu tersebut dengan tidak menselotip bagian yang terkena engsel pintu.

4. Selotip yang dibawa tim penyidik habis saat sementara memasang papan berbicara.

Baca juga: Pascapenetapan Tersangka CEO Abu Tours, Nasib 86.720 Jemaah Tak Jelas

5. Saat pemasangan papan berbicara pada bangunan koperasi mandiri PT. Abu Tours, sempat terjadi peristiwa yang mengagetkan warga sekitar yang tengah melihat proses penyitaan tersebut berlangsung.

Dari arah Jalan Andi Tonro, sejumlah pengendara motor mengebut sembari berteriak ‘Jambret’ lalu hilang saat memasuki salah satu lorong, di Jalan Baji Gau. Setelah sempat bertanya-tanya kepada warga sekitar, ternyata kelompok pengendara tersebut adalah pembalab liar.

6. Nama tersangka salah tulis di spanduk penyitaan. Terlihat nama yang ditulis H. Hamsah Hambah, yang seharusnya H. Hamsah Mamba.

Penulis : Agus Mawan

loading...