Soal Puisi, Prof Nurdin Abdullah: Mari Kita Mengingat Pesan Leluhur Kita

Debat Perdana Pilgub Sulsel

BERBAGI
Debat Pilgub Sulsel

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pasangan nomor urut tiga, Prof Nurdin Abdullah bersama Andi Sudirman Sulaiman pada sesi ke enam debat kandidat persembahan puisi untuk seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.

Prof Nurdin Abdullah saat ditemui usai debat kandidat perdana yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulsel di Grand Hotel Clarion, Jalan Landak Baru Makassar, Rabu malam (28/3/2018), mengatakan, puisi yang dipersembahkan dirinya bersama Andi Sudirman Sulaiman merupakan pesan kesejukkan untuk seluruh masyarakat Sulsel.

BACA JUGA: 
Nurdin Halid Urai Kegagalan Sulsel, Agus Paparkan Keberhasilan
NA Tanyakan Kemiskinan, NH: Tak Perlu Libatkan Tentara
“Maaf Pak Ichsan, Saya Bukan Punggawa, Saya Pujangga”

Sebab, katanya, para pendahulu yang selalu berpesan agar saling menjaga hubungan dengan baik antara sesama, apalagi pada momentum pemilihan gubernur yang sementara berjalan ini.

“Itu menyejukkan. Jadi puisi itu menyejukkan, mari kita mengingat pesan-pesan leluhur kita, itu sipaka tahu sipaka lebih, sipaka cei, sipakaingan,” tutur Prof Nurdin Abdullah, saat ditemui usia debat perdana empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel.

Berikut Puisi Prof-Andalan

27 Juli kita akan pesta demokrasi, saatnya kita mencari solusi, bukan saling memicu emosi, saatnya mencari pemimpin yang berjiwa pelayan, bukan pemimpin sebagai majikan, wahai saudaraku – saudaraku semua Sulawesi Selatan diciptakan untuk kebersamaan.

Kebersamaan Bugis Makassar, Toraja dan Mandar, jangan qi saling fitnah, saling menjelaskan, apalagi baku bommbe.

Tenna ku rala, kate ngaseng sarae batangku, wadimana seru-seru.

Jangan biarkan kita kehilangan budi pekerti kita, karena demokrasi melahirkan pemimpin sejati, salam tiga jari untuk Sulsel Jaya, salam tiga jari persatuan Indonesia.

Penulis: Abdul Latif

loading...