Lihat, Begini Gaya IYL vs Nurdin Halid Saat Bertarung Gagasan

BERBAGI
Nurdin Halid mengacungkan jari dan Ichsan Yasin Limpo nampak membetulkan lipatan lengan baju saat keduanya bertemu dalam panggung debat/Ist

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Panggung debat pertama Pilgub Sulsel masih menyisahkan sejumlah momen menarik.

Debat yang secara keseluruhan terbilang berjalan normatif, juga dibumbui momen unik dan ketegangan. Selain ketegangan yang hadir dari debat panas antara Agus Arifin Nu’mang dan Nurdin Abdullah, adapula momen yang mempertemukan antara Nurdin Halid dan Ichsan Yasin Limpo (IYL).

Gemuruh sorai antara dua pendukung menggema saat Nurdin Halid mendapat kesempatan secara langsung bertanya ke IYL. Seisi ruangan terlihat begitu menggelora saat dua kader Golkar ini berdiri dari kursinya masing-masing.

Baca Juga:

Ini Penjelasan Soal NH-Aziz Kahar Mudzakkar Tolak Pelibatan TNI Bangun Desa

Begini Kronologi Debat Panas antara Nurdin Abdullah dan Agus Arifin Nu’mang

Nurdin Abdullah Sentil Julukan Punggawa, Ini Kata Jubir IYL

Nurdin beranjak dari kursinya dan sedikit berjalan maju. Sementara, IYL berdiri kemudian terlihat meraih gelas air dan minum saat Nurdin mulai berbicara.

“Beliau ini berpengalaman 10 tahun jadi bupati, tapi tidak apa-apa Ichsan,” kata Nurdin memulai.

“Bagaimana cara mewariskan aset modal untuk diwariskan ke generasi akan datang,” tambahnya kemudian.

Baca: Jejak SYL: Pimpin Golkar Dibantu Nurdin Halid, Pindah Partai Karena Nurdin

Ichsan terlihat mengangkat tangannya dan didekatkan ke telinga, isyarat agar Nurdin Halid mengulang serta memperjelas pertanyaanya.

“Aset modal yang dimaksud tidak selalu dengan barang. Aset modal tanggung jawab pemerintah adalah investasi sumber daya manusia,” jawab IYL memberikan jawaban.

Adik dari Gubernur Syahrul Yasin Limpo ini kemudian mengurai dengan menjelaskan salah satu programnya yakni rumah produktif. “Kalau mau lebih baik, membuat investasi sumber daya manusia,” katanya.

Berikut ini beberapa potret bahasa tubuh yang ditonjolkan Nurdin Halid dan IYL saat beradu argumentasi:

 

loading...