Sampah Plastik Bahaya Bagi Lingkungan dan Air

BERBAGI
Limbah sampah plastik.(Ist)

JAKARTA, SULSELEKSPRES.COM – Green Peace Indonesia, Non-governmental Organization mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi konsumsi kemasan plastik.

Hal ini didasari adanya temuan partikel plastik pada sejumlah merek minuman kemasan, dalam sebuah investigasi oleh organisasi jurnalisme Orb Media bekerja sama dengan State University of New York yang semakin memperkuat urgensi pengurangan konsumsi kemasan plastik sekali pakai.

BACA: Walhi Sulsel: Tegakkan Hukum Atas Kasus-Kasus Lingkungan

“Dalam momentum peringatan hari air dunia, kita tidak boleh lupa akan masalah serius dari ketersediaan dan buruknya kualitas sumber-sumber air minum kita yang disebabkan oleh konsumsi yang tidak berkelanjutan, lemahnya sistem pengelolaan sampah, polusi bahan kimia industri dan polutan lainnya. Kita harus segera mengendalikan konsumsi kemasan plastik sekali pakai,” ucap Muharram Atha Rasyadi, Jurukampanye Urban Greenpeace Indonesia dalam siaran persnya, Senin (26/3/2018).

Tren konsumsi kemasan plastik sekali pakai terus meningkat. Salah satunya bisa dilihat dari perkembangan produksi air minum dalam kemasan, di mana sebesar 40% dari produksinya berupa air dalam botol.

Hal tersebut, baginya adalah gaya hidup yang berbahaya bagi lingkungan. Oleh sebab itu, dibutuhkan penerapan kebijakan yang lebih tegas dari pemerintah dan terobosan perubahan model bisnis dari produsen menuju pengurangan penggunaan kemasan sekali pakai, serta masyarakat juga harus mengubah perilaku sehari-hari dengan menjauhi kemasan sekali pakai.

“Satu-satunya kunci mengatasi masalah sampah plastik adalah mengurangi konsumsinya. Daur ulang (recycle) tidak akan pernah cukup sebagai solusi,” tegas Atha.

Sementara itu, hanya 9% saja sampah plastik di seluruh dunia yang didaur ulang, dan sebagian besar sisanya sangat mungkin berakhir di tempat pembuangan sampah, saluran air, mencemari sungai dan lautan, sebagaimana kita lihat saat ini.

Penulis : Agus Mawan

loading...