Kisruh Pemilihan Dekan, Polisi Disiagakan Di UMI

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Sebanyak 100 personel diturunkan di malam harinya guna mengamankan dan mengantisipasi kericuhan yang terjadi pasca kisruh pemilihan Dekan Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia, Rabu (11/4/2018).

Dari pantauan lapangan, tampak sejumlah personel kepolisian tengah berjaga-jaga dan merazia sejumlah motor milik mahasiswa yang ingin keluar dari kampus.

Wakapolrestabes Makassar, AKBP Hotman C Sirait menjelaskan, pihaknya diturunkan atas permintaan dari pihak Kampus Universitas Muslim Indonesia.

Dari sejak pukul 21.30 Wita, anggota dari Polrestabes Makassar dan Polsek Panakukang telah melakukan penyisiran di daerah Fakultas Teknik.

“Kami hadir di sini atas permintaan Rektor Umi untuk lakukan penyisiran karena sejak siang ada dua kubu yang berpotensi terjadi kericuhan di kampus ini,” sambung Hotman.

Dari penyisiran, petugas mendapatkan sejumlah senjata tajam sebagai barang bukti.

“Dari penyisiran itu ada didapatkan beberapa senjata tajam, busur, pelontar busur, dan parang,” terangnya.

Selain itu, seorang mahasiswa jurusan Teknik Elektro, FI (20) turut diamankan sebab kedapatan mencoba membuang barang bukti.

“Dan satu tersangka mencoba menghilangkan barang bukti dari badannya,” sambungnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Umi, Ahmad Ghani mengatakan langkah ini dilakukan sebab ada ancaman dari kubuh yang menolak.

“Dia beri ancaman, satu kali dua puluh empat jam, kalau tuntutannya tidak ditanggapi akan membakar gedung dan mendudukinya,” jelas Ahmad saat diwawancarai, Pukul 23.00 Wita.

“Kita tidak mau nama Umi tercemar hanya karena tindakan segelintir Mahasiswa, maka dari itu kita minta bantuan dari pihak kepolisan,” sambungnya.

Lanjut Ahmad, kisruh ini bermula dari protes beberapa mahasiswa teknik Umi yang menolak Dekan Fakultas baru terpilih, Mukhtar Tahir Zarkawi yang berujung bentrok antar mahasiswa dan pihak birokrasi siang tadi Pukul 13.00 Wita, Rabu (11/4/2018), di Halaman Fakultas Teknik Umi.

Penulis : Agus Mawan

loading...