Rahman Pina Solidkan Tim NH Aziz-AppiCicu

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pilkada  tidak selamanya penuh hiruk pikuk, penuh ketegangan, perseteruan, tapi sisi membahagiakan dalam politik adalah terjalinnya kekeluargaan. Merekatkan persahabatan, tanpa sekat, tanpa batas.

Itulah yang dilakukan legislator Golkar Makassar, Rahman Pina , mengisi  akhir pekan disela-sela hiruk pikuk politik di  Pilwali kota Makassar dan Pilgub Sulawesi Selatan.

Sabtu pagi, (14/4/2018) bendahara Golkar Makassar memboyong ratusan tim pemenangan NH Aziz-Appi Cicu, di dataran tinggi nan hawa dingin, wisata pegunungan Malino, kabupaten Gowa.

Menempati sebuah villa dan memasang puluhan tenda, mereka tampak larut dalam kebersamaan. Puluhan ibu ibu memasak dan menyiapkan kebutuhan makan minum peserta, sementara yang lain bercengkarama dan berdiskusi, bagaimana memenangkan kontestasi pemenangan.

Saat malam mulai beranjak, satu unit sound system mulai dibunyikan, lalu menyalakan api unggun, game game kebersamaan pun digelar dengan melibatkan seluruh peserta.

Seakan tak peduli  kelompok umur hadir, mereka benar benar larut dalam suasana nan sejuk. Kegiatan “Family Gathering”  tersebut diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari lomba domino, lomba nyanyi dan jogging pagi menikmati sejuknya udara Malino.

“Ini yang cocok. Kami seperti sudah dalam satu  keluarga dan bekerja untuk pak NH Azis sama Appi Cicu, lebih santai dengan rekreasi,”kata Junaedi, salah seorang tokoh masyarakat Manggala yang ikut dalam rombongan. Ikut pula sejumlah ketua RT.

Ketika malam sudah mulai larut, legislator Golkar Makassar Rahman Pina, tampil memberikan sambutan dan pengarahan. Ia meminta seluruh tim dan jaringan pemenangan tetap bekerja maksimal.

“Tak ada kemenangan yang diraih dengan mudah. Semua butuh perjuangan, butuh soliditas. Karena itulah, mari kita bergenggaman tangan menjemput kemenangan yang sudh ada di depan mata,”katanya.

Meski kontestasi Pilwali dan Pilgub makin panas, legislatot dua periode ini meminta seluruh jaringan tidak ikut panas. “Biarkan yang lain panas, jangan kita  ikut panas. Seperti bermain gendang, kitalah yang menabuh gendang,  lalu dia ikut menari,”katanya disambut teriakan “cocoki” dari peserta yang hadir.(*)

loading...