Jelang Putusan MA, Massa Pendukung Paslon Walikota Ancam “Makassar Banjir Darah”

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Makassar Menggugat (Geram) melakukan aksi jelang putusan Mahkamah Agung terkait dengan Pilkada Makassar, di Kawasan Fly Over, Jalan Urip Sumoharjo, Senin (16/4/2018) Pukul 14.00 Wita.

Demonstrasi ini, merupakan respon dan bentuk pengawalan terhadap isu kasasi MA.

Dalam orasinya, Jenderal Lapangan, Imran Yusuf mengatakan, Makassar sekarang dalam marabahaya besar apabila dalam pilkada ada satu paslon yang melawan kotak kosong.

Selain itu, ratusan simpatisan pendukung paslon Walikota dan Wakil Walikota Makassar, DIAmi mengutuk sikap intervensi salah satu tokoh nasional terhadap situasi politik di Makassar.

Secara gamblang, tokoh nasional yang dimaksud adalah Wakil Presiden RI, HM. Jusuf Kalla.

Mereka meminta kepada JK untuk turut dalam mengamankan Pilkada Makassar, dan jangan Kaccakki (mengintervensi) MA.

Selain itu, salah satu orator juga mengancam apabila nantinya ada indikasi bahwa pihak tertentu terbukti mengintervensi putusan MA maka jangan salahkan Makassar akan dibanjiri darah.

“Kami meminta kepada seluruh pihak untuk tidak menginterfensi keputusan MA, termasuk Bapak Bangsa,” minta salah satu orator.

Sebelum membubarkan diri, Imran berjanji tidak akan berhenti sebelum demokrasi di Kota Makassar berdiri tegak.

“Karena kami selaku anak bangsa menginginkan proses demokrasi berjalan dengan baik, jujur dan adil,” ringkasnya.

Penulis : Agus Mawan

loading...