PLTU Celukan Bawang Dianggap Jadi Ancaman Kehidupan Masyarakat

BERBAGI

BALI, SULSELEKSPRES.COM – Emisi dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang menimbulkan implikasi terhadap kualitas masyarakat sekitar kabupaten Buleleng, Bali.

Dari laporan mendalam Greenpeace Indonesia, PLTU Celukan Bawang telah menimbulkan beragam dampak sosial-ekonomi, lingkungan, dan kesehatan yang merugikan warga.

Dampak tersebut mencakup di antaranya, Persoalan ganti rugi tanah yang belum selesai, antara lain disebabkan oleh nilai ganti rugi yang tidak layak dan proses yang tidak transparan, pemiskinan masyarakat karena hancurnya mata pencaharian, terutama untuk petani dan nelayan tangkap, dan terjadinya kerusakan lingkungan di darat dan di laut, diantaranya disebabkan oleh limbah sisa pembakaran batubara.

Selain itu, juga terganggunya kesehatan warga terutama sakit pernafasan yang diperburuk tidak adanya pemantauan mengenai dampak kesehatan akibat polusi dari pembakaran batu bara.

Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Didit Haryo menjelaskan bukan hanya pertanian lokal dan komunitas nelayan yang akan menderita jika perluasan ini terus berlanjut.

Bila melihat PLTU Celukan Bawang hanya berjarak 20 km dari Pantai Lovina, tentu akan berdampak langsung terhadap terumbu karang, dan lumba-lumba yang hidup disekitaran pantai tersebut.

loading...