Koalisi Rakyat untuk IYL-Cakka Sulit Dibendung

BERBAGI
Antusias masyarakat mendukung pasangan IYL-Cakka/Ist

LUWU UTARA, SULSELEKSPRES.COM – Yel-yel “rakyat bersatu tak bisa dikalahkan” yang sering didengungkan koalisi rakyat di Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) memang benar-benar nyata.

Di Kampanye akbar pasangan nomor urut 4 di Lapangan Sukamaju, Luwu Utara, Sabtu (12/5/2018) menjadi bukti jika rakyat memang mendambakan IYL-Cakka melanjutkan kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo.

Di lapangan yang berkapasitas 30.000 ini, tak mampu menampung antusiasnya rakyat memberikan dukungan ke pasangan yang dikenal Komitmen, Tegas, Merakyat ini.

Baca: Dukung IYL-Cakka, Wakil Ketua Nasdem Barru Rela Dipecat

Berdasarkan pantauan, sekira 60.000 ribu massa datang dari berbagai penjuru di Luwu Raya, terutama dari Luwu Utara, meski hanya sekira 30.000 massa yang ditargetkan hadir.

Bukti IYL-Cakka didambakan rakyat juga terasa di jalan-jalan. Dukungan rakyat benar-benar dimiliki pasangan ini. Buktinya, pada kampanye akbar perdana di Sukamaju, antusiasnya rakyat melumpuhkan empat jalur yang menghubungkan Sukamaju dengan desa tetangga.

Di sepanjang jalur yang menghubungkan Sukamaju dan Bone-Bone melalui Desa Salulemo, lumpuh total. Begitupula dari arah Desa Katulungan. Termasuk akses jalan dari arah jalan pramuka menuju Lapangan Subiantoro, tempat pelaksanaan kampanye. Terakhir, jalur dari Desa Rawamangun-Desa Tolangi juga mengalami hal yang sama.

Baca: LMP: IYL Cakka Tak Punya Rekam Jejak Koruptor

Barisan kendaraan yang jumlahnya ribuan unit ini, menyesaki ruas jalan hingga rumah-rumah penduduk. Kondisi ini tidak menyurutkan animo pendukung IYL-Cakka meskipun harus berjalan kaki 1-4 KM.

Aparat kepolisian yang ditugaskan mengatur laju kendaraan tidak mampu berbuat banyak dengan membludaknya pendukung yang terus berdatangan.

Hingga pukul 15.35 Wita pendukung IYL Cakka masih terus berdatangan. Sambil menanti kedatangan IYL-Cakka di lokasi kampanye, mereka mengasikan diri dengan menyaksikan pertunjukan artis ibukota.

Penulis: Muhammad Adlan

loading...