Forum Rektor Indonesia Kecam Keras Aksi Bom Di Surabaya

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Serangkaian serangan bom melanda ibu kota Jawa Timur, Surabaya sejak kemarin. Hal ini membuat Forum Rektor Indonesia (FRI) angkat bicara. Senin (14/5/2018).

Pasalnya, FRI menilai tindakan tersebut, sangat biadab dan sangat merusak hubungan kemanusiaan antar bangsa Indonesia.

Melalui dirinya, Ketua Forum Rektor Indonesia, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA mengatakan, menjelang bulan suci Ramadhan 1439 H, Indonesia dikejutkan dengan aksi narapidana Terorisme di Mako Brimob serta ledakan bom di tiga Gererja di Surabaya.

BACA: Soni Pastikan Sulsel Aman dari Aksi Bom

Kejadian menyedihkan ini, kata Dwia, pertanda radikalisme yang biadab ini masih ada di Indonesia. Padahal menurutnya, perilaku sadis atas dalih apapun sangat merusak hubungan kemanusiaan dan keluar dari perilaku bangsa Indonesia yang beradab.

Oleh karenanya, lanjut Rektor Unhas ini, Dewan Pertimbangan dan Pimpinan Forum Rektor Indonesia (FRI) mengecam dan mengutuk keras segala tindakan kebiadaban, kekerasan, radikalisme, dan terorisme, apapun motif dan tujuan yang mendasarinya.

“Agama apapun tidak mengajarkan perilaku sadisme, teror, menyebar kebencian, dan kekerasan. Semua agama di muka bumi ini cinta akan perdamaian dan keselamatan untuk seluruh umat manusia, bahkan alam,” tegas Dwia.

BACA:Video: Seorang Anak Yang Dibonceng Terduga Bom Bunuh Diri Masih Hidup

Selain itu, FRI menghaturkan turut berbela sungkawa yang sangat mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang sedang dialami.

“Semoga keluarga, kerabat, dan kita semua diberiNya ketabahan dan kesabaran dalam menerima cobaan berat ini,” sambungnya.

Tak hanya itu, FRI juga mendorong penuh agar aparat keamanan bertindak tegas tanpa pandang bulu dalam mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya perilaku biadab itu secara komprehensif, cepat dan tuntas. Dan Meminta semua pemuka agama, tokoh masyarakat dan pimpinan Kampus untuk selalu menabur benih dan mengajarkan kebaikan, perdamaian, serta toleransi.

“Ingat Indonesia mempunyai ideologi Pancasila yang baik untuk hubungan dengan Tuhan secara vertikal dan hubungan dengan sasama manusia secara horizontal. Ingat bahwa semua manusia adalah bersaudara,” lanjut Dwia.

Terakhir, dalam pernyataan sikapnya, FRI tak lupa untuk menyerukan kepada warga Perguruan Tinggi, agar selalu mendahulukan kebersamaan dalam berbangsa dan bernegara, tetap bersatu dalam perdamaian, saling menolong untuk kebaikan, keselamatan, keamanan, kemaslahatan, dan ketenteraman hidup sebagai anggota civitas akademika dan warga negara yang baik.

“Warga kampus harus menjadi teladan dalam kehidupan politik, sosial, budaya dalam koridor NKRI,” tutur Dwia.

“Stop gerakan radikalisme secara intensif dari pelbagai pihak. FRI siap untuk bekerjasama dengan semua pihak yang menginginkan perdamaian, ketenangan, dan keselamatan NKRI,” pungkasnya.

Penulis: Agus Mawan

loading...