Seorang Ibu Menembak Mati Perampok Bersenjata

BERBAGI

SULSELEKSPRES.COM – Bagi Seorang Ibu, menjaga anak-anaknya adalah sebuah prioritas, tak peduli apapun itu. Ibu merupakan satu-satunya pahlawan bagi keluarga dan anak-anaknya.

Hal ini dibuktikan oleh seorang Ibu asal Brasil bernama Katia da Silva Sastre, yang telah berani menembak mati seorang perampok bersenjata, saat mencoba merampok dengan menakut-takuti anak-anak dan orang tua menggunakan pistol, di luar gerbang salah satu sekolah swasta di Negara Brasil.

Katia adalah seorang petugas polisi bebas tugas. Waktu itu, Ia bersama anaknya mengikuti sebuah acara peringatan Hari Ibu yang jatuh pada Sabtu (12/5/2018), di Suzano, Sao Paulo, Brazil.

Tak disangka, saat Ia bersama Ibu siswa lainnya sedang berada di gerbang sekolah. Dari arah lainnya, datang seorang pria yang tiba-tiba mengeluarkan senjata lalu mengarahkan ke arah kerumunan ibu-ibu dan para siswa.

Kamera CCTV yang terpasang disekitar kejadian, pun menangkap momen berani Katia. Saat itu ia sigap menghalangi pria bersenjata berusia 21 tahun itu, ketika si terduga perampok mengarahkan sebuah revolver 0,38 ke arah kelompok ibu-ibu yang sedang bersama anaknya.

Rekaman dramatis tersebut menunjukkan, Katia melepaskan tembakannya ke tersangka sebanyak tiga kali hingga akhirnya, Pria bersenjata itu pun tumbang, dan terjatuh di atas zebra cross penyeberangan.

Belakangan diketahui, perampok naas itu bernama Elivelton Neves Moreira (21). Ia mengalami luka serius pada bagian dada dan kaki akibat tembakan dari Katia. Dilansir dari Mirror.co.uk, nyawa pria itu tak tertolong saat dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.

Katia yang saat itu bersama putrinya yang berusia tujuh tahun, mengatakan, Ia tak tahu, apakah pria itu akan menembak anak-anak atau para ibu, atau penjaga keamanaan sekolah yang saat itu ada sewaktu kejadian.

“Saya hanya berpikir, tentang bagaimana saya membela ibu, anak-anak, hidup saya sendiri dan anak saya,” ungkap Katia, seperti dilansir Mirror.co.uk.

“Saya harus bertindak cepat untuk mengakhiri agresinya dan mencegahnya untuk melukai siapa pun,” tegas Katia yang telah bekerja sebagai polisi selama 20 tahun.

Ibu dua anak ini mengaku, sangat puas atas apa yang telah Ia lakukan dalam upaya untuk menyelamatkan orang-orang yang terancam waktu itu.

“Ini sangat memuaskan, saya benar-benar telah berada di tempat yang tepat untuk menyelamatkan semua kehidupan kita,” tambahnya mengungkapkan.

Kendati awalnya, Katia diperingatkan tentang bahaya oleh seorang wanita, yang mengenakan gaun abu-abu, dengan langkah buru-burunya wanita itu berjalan, melewati dan menunjuk ke belakang sambil mengatakan–“perampokan baru saja terjadi di belakangnya.”

Sementara itu, soal kejadian yang menimpa istrinya, suami Katia, Letnan Polisi Militer André Alves, sangat bersyukur istrinya masih dalam keadaan baik-baik saja selepas kejadian ini. Sebab waktu itu, pelaku juga sempat melakukan perlawanan.

“Senjata tersangka ditembakkan sekali, namun tembakan pertama memantul dan nyasar. Pada upaya kedua saat pelaku mencoba menembak lagi, senjata itu terkunci,” kata Alves kepada Folha de Sao Paulo (kantor berita setempat).

“Untungnya dia (Katia) lebih cepat dari dia (Pelaku), karena ketika preman menemukan lawan mereka (Polisi), dia tak segan menembak dan membunuh,” cemasnya.

Seorang juru bicara, tempat Katia bekerja mengatakan, waktu itu penjahat tersebut dengan mudahnya kehilangan kendali setelah dilumpuhkan olehnya.

“Katia tidak tahu apakah dia (Pelaku) akan bereaksi dengan menembaki anak-anak, ibu atau kepala sekolah yang ada di pintu masuk sekolah. Dia hanya berpikir tentang membela orang tua, anak-anak, dirinya dan putrinya,” ringkasnya.

Beberapa hari kemudian, Gubernur Sao Paulo, Márcio França saat memberikan penghargaan kehormatan kepada Katia atas aksi heroiknya. Ia mengatakan, Katia saat itu telah menunjukkan ketangkasan, teknik, dan keberanian yang dia miliki.

Tidak ideal, kata Márcio, bila tersangkanya meninggal, sebab Ia lebih suka hal itu tidak terjadi. Kendati demikian, berkat insiden ini, menurutnya dapat dijadikan peringatan bagi semua orang.

“Ini adalah peringatan bagi mereka yang membawah senjata, bahwa mereka dapat dibunuh. Karena petugas profesional keamanan kami terlatih untuk melindungi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Agus Mawan
Video: www.mirror.co.uk

loading...