Modal Pengalaman Aktivis Kampus Hingga Akademisi, Deng Iwan Didesak Keluarga Bertarung di Pileg 2019

BERBAGI

BULUKUMBA, SULSELEKSPRES.COM – Irwan Juma, akademisi yang mengajar di beberapa kampus di Makassar didesak oleh keluarganya menyatakan sikap bertarung di Pileg 2019. Desakan ini lantaran Deng Iwan, sapaan akrabnya dinilai sangat dibutuhkan di Bulukumba.

Ada beberapa alasan sehingga ia diminta segera menyatakan sikap. Pertama, Irwan Juma dinilai telah memiliki banyak pengalaman, mulai dari aktivis kampus hingga akademisi yang mengajar di beberapa perguruan tinggi swasta di Makassar.

Desakan itu datang dari keluarga dekat Irwan Juma, yakni Muhammad, SH, M.Adm.Kp. Dia menegaskan, Deng Iwan seharusnya menyatakan sikap. Apakah memang benar mau bertarung di Pileg atau tidak.

BACA: Aktivis PMII dan HMI Ingatkan KPU Tak “Main Mata” dengan Cagub

“Sebenarnya, kalau saya ditanya hiruk pikuk politik Pileg 2019 memang masih lama. Tapi kalau figur, khusus di Dapil (Daerah Pemilihan), saya harap Deng Iwan menyatakan sikap segera. Beliau punya pengalaman tanding, pengalaman organisasi dan keilmuan yang mapan,” kata Nur yang juga adalah alumnis Fakultas Hukum di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar.

Dia melanjutkan, meski hingga saat ini Deng Iwan belum pernah menyinggung niatannya akan maju di Pileg. Tapi dia sangat berharap, untuk meniatkan diri mengabdi di tanah kelahirannya.

“Sampai saat ini, jangankan pernyataan resmi. Menyinggung pun belum pernah. Saya liat memang tidak ada ambisi yang berlebihan dari Deng Iwan. Tapi kita sangat berharap, agar beliau mau mengabdi di tanah kelahirannya,” tegas Nur.

Masih lanjut Nur, Irwan Juma juga belum terkontaminasi dengan konspirasi politik. Atas dasar itu, dia menuturkan sangat tepat untuk mewakili rakyat di parlemen.

“Konspirasi dalam artian tanda kutip yah. Deng Iwan ini kan akademisi, jadi hal-hal itu pasti jauh. Kita butuh perwakilan rakyat yang memiliki rekam jejak yang bisa dipercaya. Sekali lagu, saya harap Deng Iwan segera menyatakan sikap,” tandasnya.

Penulis: Muhammad Adlan

loading...