Ibu Hamil Ini Sempat Ditolak di RSUD Bantaeng

BERBAGI

BANTAENG, SULSELEKSPRES.COM – Pelayanan RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng kembali dikeluhkan. Meski tergolong darurat, seorang peserta BPJS bernama Darmawati alias Anti (30), dikabarkan ditolak ditangani medis. Pasien ibu hamil ini mengeluhkan sakit perut yang dideritanya, Sabtu (9/6/2018).

Anti akhirnya bisa ditangani medis setelah pihak keluarganya bermohon sebagai pasien umum non BPJS. Sayang, janin bayi yang dikandungnya, belakangan diketahui sudah tidak bernyawa lagi.

Keluarga pasien mengeluhkan pelayanan lamban RSUD Bantaeng yang sering dicitrakan oleh Nurdin Abdullah bertaraf internasional tersebut.

“Lama sekali baru kami dilayani, hanya karena tidak ada rujukan dari Puskesmas. Kami sudah berupaya ke Puskesmas sebelumnya tapi juga tidak dilayani karena alasan libur,” keluh Jamaluddin, kakak ipar Darnawati saat dikonfirmasi wartawan.

Disebutkan Jamal bahwa adik iparnya sempat berobat memeriksa kandungannya di Puskesmas Bissappu, Kamis (7/6/2018), dua hari lalu. Oleh bidan yang memeriksa, bayi yang dikandungnya disebutkan mengalami perkembangan yang baik.

Anti dan suaminya pun pulang dari Puskesmas tanpa rasa khawatir. Namun pada hari Sabtu kemarin, Anti kembali mengalami sakit pada perutnya. “Kami kembali ke Puskesmas Bisappu untuk memeriksakan kandungannya, tapi Puskesmas tidak ada pelayanan dengan alasan libur,” ujar Jamaluddin.

Dari inisiatif keluarga Anti, akhirnya Anti dilarikan ke RSUD Bantaeng. Ia ditolak dilayani sebagai pasien BPJS lantaran tak punya rujukan dari Puskesmas. “Karena kondisi pasien mulai memburuk, kami dari keluarga berinisiasi sebagai pasien umum hingga akhirnya dilayani,” tutur Jamaluddin.

Menurut Jamal, pelayanan rumah sakit mestinya dikedepankan dibanding pencitraan. “Mengapa hanya karena tidak ada rujukan, kami justru dipersulit,” keluhnya.

Penulis: Muhammad Adlan

loading...