BI Paparkan Saran Untuk Sulsel Jadi Pilar Utama Pembangunan

BERBAGI
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi/ INT

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pascarilisperekonomian Sulsel kuartal pertama 2018 tumbuh 7,41% (yoy), lebih tinggi dibandingkan Nasional 5,06% (year on year), Bank Indonesia (BI) juga mengeluarkan beberapa saran bagi Pemprov Sulsel.

Menurut Rahmad Hadi Nugroho, Analis Senior, Fungsi Asesmen Ekonomi dan Surveilan, Internal Control Officer (ICO) BI, melalui rilisnya menyebutkan, untuk mendorong Sulsel sebagai Pilar Utama Pembangunan Nasional dan Simpul Jejaring Akselerasi Kesejahteraan kawasan, beberapa kebijakan atau rekomendasi yang dapat dilakukan, yakni menjaga proses pembangunan dan penyelesaian infrastruktur tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditentukan sehingga dapat digunakan secara operasional sesuai target.

“Menjaga minat investasi langsung ke Sulsel dengan memperkuat basis data daerah potensial, Menjaga masa transisi kepemimpinan pemerintah berjalan lancar dan aman, Mendorong ekonomi digital untuk memperpendek rantai distribusi sebagai jalur pemasaran komoditas unggulan daerah,” jelas dia.

Hal yang tak kalah penting juga adalah, strategi diversifikasi ekspor yang mengarah pada negara non mitra dagang utama, misalnya Timur Tengah dan Amerika Latin, Mendorong munculnya sumber pertumbuhan baru melalui hilirisasi komoditi unggulan (berbasis sumber daya alam), serta sumber pertumbuhan baru dari jasa kesehatan, pendidikan, dan pariwisata. Mendorong penelitian, pengembangan, dan kemitraan di sektor hulu untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditi unggulan juga dinilai sebagai hal mendesak untuk dilakukan Pemprov.

“Mendorong soft infrastruktur untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melalui pelatihan dan pendidikan, Mengingat sektor hulu perkebunan dan perikanan cenderung kepada budidaya rakyat (bukan inti), maka perlu dilakukan pendampingan kepada pelaku perkebunan dan perikanan untuk meningkatkan produktivitas dalam rangka mengimbangi permintaan pasar lokal maupun global, serta Memanfaatkan potensi dana desa yang tersebar di 21 kabupaten, sesuai dengan potensi daerah, dengan lebih meningkatkan pendampingan ke aparat desa,” tandasnya.

loading...