Dir Narkoba Polda Pantau Antisipasi Peredaran Narkoba Lewat Deep Web

BERBAGI
Pres rilis pengungkapan sindikat Narkoba dari Malaysia/ SULSELSKSPRES.COM/ AGUS MAWAN

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ditengah era Informasi berbasi digital, aktivitas jual beli narkoba cukup beragam, namun yang kerap digunakan hingga kini di Indonesia hanya melalui tangan ke tangan.

Seiring berkembangnya, teknologi informasi setiap user memiliki masing-masing kesempatan luas untuk mengakses internet secara bebas.

Kendati demikian, tak banyak yang mengetahui situs Silkroad. Situs ini hanya bisa diakses secara khusus dengan menggunakan browser unik untuk dapat memasuki Deep Web (Bagian Internet Terdalam)

Di situs Silkroad, berbagai macam narkotika dijajahkan secara online. Untuk membelinya users menggunakan mata uang internet yang dikenal dengan sebutan Bitcoin.

Seperti yang terjadi di Utah, Amerika Serikat, dua anak berumur 13 tahun, Grant Seaver dan Ryan Ainsworth, ditemukan tewas setelah mengkonsumsi narkotika yang berasal dari Silkroad, pada musim gugur di resor Park City.

Seperti dilansir dilaman Nytimes.com Menurut kepala polisi lokal, sebelum tewas keduanya diketahui telah mengkonsumsi bubuk narkotik jenis opioid sintetis (U-47700) atau Pinky, yang mereka peroleh dari remaja lainnya yang diduga dibelinya melalui Silk Road.

Melihat kemungkinannya, di Sulawesi Selatan peredaran narkoba melalui deep web dapat terjadi. Kendati hingga hari ini peredarannya masih terbilang tradisional.

“Kita juga akan tetap antisipasi apabila barang (Narkoba) masuknya seperti itu,”ujar Dir Narkoba Polda Sulsel, Kombes (Pol) Hermawan, kepada Sulselekspres.com, Selasa (12/6/2018).

“Tapi sampai saat ini sih yang kita tangkap masih cara tradisional,” sambungnya.

Secara tradisional bukan berarti kemungkinan pola tersebut tidak bakal ada, oleh karenanya, pihaknya tetap mengerahkan fungsi pantauan cyber.

“Kita akan tetap lakukan patroli Cyber, untuk memastikan ada tidak pemesanan dari Sulsel,” ringkasnya.

loading...