Kapal Tenggelam, Kediaman Korban Dibanjiri Warga Setempat

BERBAGI
Rumah duka korban Kapal Tengggelam di Selat Makassar/ SULSELEKSPRES.COM/ AGUS MAWAN

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Dua dari 13 korban tewas kapal KM Arista yang terbalik di Perairan Makassar siang tadi merupakan ibu dan anak. Keduanya Arini (31) dan bayi laki-lakinya Arsam (1).

Tangis ratusan warga sekitar dan juga keluarga pun pecah saat jenazah satu persatu tiba di Rumah Duka, yang terletak di jalan Pampang I nomor 35, Makassar pada Rabu malam, (13/6/2018).

Dari pantauan Sulselekspres.com, warga terlihat saling berdesakan dan bergantian untuk dapat melihat korban.

Kendati saat dievakuasi, kedua jenazah berada di tempat terpisah. Di mana Arsyam dievakuasi ke RSAL Jala Ammari Makassar. Sedang sang ibu, Arini yang ditemukan warga dievakuasi ke Pulau Barrang Lompo.

Baca:

Korban Meninggal Kapal Tenggelam Dari Barrang Lompo Sebanyak 13 Orang

Kedatangan kedua jenasahnya pun tidak bersamaan, pertama bayi terlebih dahulu tiba sekira pukul 20.00 Wita, Rabu malam (13/6/2018). Berselang 2 jam lebih, barulah jenazah ibu tiba di rumah duka, sekira pukul 22.45 Wita.

Sebelum kejadian naas menimpa Arini dan bayinya itu, ia diketahui akan pulang ke rumah suaminya yang merupakan penduduk asli Pulau Barrang Lompo.

Saat itu, Arini berangkat bersama suaminya yang bernama Yusuf, terrmasuk salah seorang putranya yang bernama Yusril (6) serta seorang keluarganya yang lain bernama Ishak (27). Ihwal kabar Yusril menurut Ishak, dikabarkan masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS. Wahidin.

Baca:

Kronologi: Tenggelamnya KM Arista Diduga Akibat Cuaca Buruk

“Ini Yusril sempat ditarik sama bapaknya, sementara istri dan bayinya tidak sempat diselamatkan,” kata Ishak.

Menurut Ishak, kejadian naas itu terjadi sekira 10 menit setelah kapal yang berangkat sekira pukul 12.45 Wita Rabu siang, (13/6/2018). Hingga kejadian naas terjadi saat kapal dihantam ombak besar dari kiri.

“Tiba-tiba memang angin kencang tadi,” kata Ishak.

Hingga Kamis dini hari, (14/6/2018) sejumlah kerabat masih datang melayat di rumah duka, termasuk camat Panakkukang terlihat turut melayat.

Saat ini, Muhammad Yusuf, suami dari Arini masih merasa shock dan belum dapat diwawancarai.

Penulis: Agus Mawan

loading...