Berantas Begal Tanpa Tembak Mati

BERBAGI
Anhar Dana Putra

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Maraknya tindak kriminal di jalanan membuat aparat keamanaan mengambil segala cara, salah satunya menembak mati para pelaku. Pada musim mudik lebaran 2018, perintah tembak mati terhadap pelaku begal dilontarkan Kapolri, Jenderal (pol) Tito Karnavian untuk memberikan kepastian keamanan bagi pemudik.

Di Kota Makassar sendiri, hampir tiap hari tindak begal terjadi dengan jumlah kerugian besar yang mesti ditanggung pihak korban. Trauma hingga luka berat yang diterima, semuanya menjadi tanggungan sendiri.

Pada pertengan tahun 2015, warga kota Makassar mulai geram, ronda tiap lorong dan kompleks yang sebelumnya redup kembali diaktifkan. Di dunia maya sekali pun, tagar #MakassarTidakAman juga ramai dibicarakan dan mewarnai setiap postingan yang terkait dengan kejadian begal atau kejahatan di jalanan kota Makassar.

Akibatnya, sebagai pelampiasan amarah, tindak main hakim sendiri yang dilakukan warga juga marak terjadi. Satu hingga belasan pelaku begal yang tertangkap basah, harus merenggut nyawanya setelah menjadi bulan-bulanan massa. Padahal dengan hal ini, secara tidak langsung mencederai hak asasi manusia yang memang dijunjung tinggi dalam masyarakat demokrasi.

Senin, (18/6/2018), salah seorang jurnalis Sulselekspres.com melakukan wawancara kepada salah seorang lulusan S2 Psikologi Intervensi Sosial Universitas Indonesia, Anhar Dana Putra, terkait langkah pemberantasan aksi begal, tanpa membunuh pelakunya.

loading...