Mirip Jokowi, Cagub Usungan PDIP di Sulsel Diserang Isu Antek PKI

BERBAGI
Isu sebagai antek PKI ini juga sebelumnya menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pencalonannya di Pilpres 2014 lalu.

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pemilihan Gubernur Sulsel ikut diserang fitnah dengan isu sebagai antek PKI.

Isu sebagai antek PKI ini juga sebelumnya menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pencalonannya di Pilpres 2014 lalu. Selebaran tulisan Cagub Usungan PDIP di Pilgub Sulsel, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) ikut didapati dalam beberapa hari terakhir.

Selebaran ini bertuliskan “Antek komunis, Andalan PKI,” demikian tulisan dalam selebaran tersebut yang disertai dengan foto. Salah satu selebaran black campaigne itu tertempel di daerah Sukaria 8, Kota Makassar.

Baca Juga:

Baliho Nasdem Salah Tulis nama Presiden, Jokowi jadi Jowoki

Bukan SYL, Nasdem Justru Dorong Tokoh Sulsel ini Dampingi Jokowi

Salah Cetak Nama Presiden Jokowi, Begini Penjelasan Nasdem

Melihat black campaign tersebut, Ketua Barisan Relawan MudaNA, Andi Ryo Ilham Monry menanggapi serius soal serangan tersebut. Menurut Ryo, serangan tersebut seolah – olah lawan politik Prof-Andalan sedang dalam keadaan frustrasi, tidak ada lagi jalan keluar untuk menyerang lawannya, sehingga cara-cara kotor dan tidak bermartabat seperti itulah yang bisa dilakukan pasangan lain.

“Mereka menemui jalan buntu, dan kehabisan cara lagi untuk menghambat laju elektabilitas Prof-Andalan yang sulit terkejar menurut berbagai lembaga survei terakhir,” tegas Ryo melalui rilis yang diterima Sulselekspres.com, Jum,at (22/6/2018).

Baca: Ingin Dampingi Jokowi, Ini Tagline Politik Baru SYL

Menurut dia, orang yang melempar isu PKI seolah tak paham, bahwa tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 sudah jelas-jelas menyatakan bahwa paham komunisme, marxisme, dan leninisme bertentangan dengan Pancasila.

Bahkan, melalui MPRS Nomor 25 Tahun 1966 pula dijelaskan bahwa PKI telah dijadikan organisasi terlarang dan larangan untuk menyebarkan ajaran komunisme juga dilarang di Indonesia.

“Sampai detik ini, ketetapan MPR tersebut masih berlaku. Hal ini jelas adalah fitnah, black campaign, ujaran kebencian, penyebaran berita bohong, yang tentu ada konsekuensi hukumnya bagi pelaku,” ujarnya.

Baca: Jokowi Unggul Tipis dari Prabowo di Sulsel, Begini Respon DPP PDIP

Selain itu, lanjut dia, perilaku tidak bermartabat tersebut, sengaja di alamatkan kepada pasangan Prof-Andalan, karena melihat begitu tingginya tingkat elektabilitas publik terhadap pasangan nomor urut tiga itu.

“Maka jalan yang terbaik adalah membangun isu yang bertentangan atas nama PKI untuk meredam elektabilitas beliau yang kian tak terbendung. Mereka lupa, bahwa upaya black campaign yang sistematis dan masif ini, malah semakin membuat masyarakat kian simpatik dan semakin kokoh pilihannya untuk Prof-Andalan dan diserang isu apapun tidak akan menggoyahkan pilihan mereka,” jelasnya.

Baca: PDIP Diambang Hattric Kemenangan Pilgub Sulsel

Untuk itu, dirinya berharap, kepada seluruh tim, simpatisan, relawan dan pejuang pasangan nomor urut tiga agar tetap semangat untuk mengawal kemenangan yang sudah di depan mata.

“Saya berharap untuk para pejuang Prof-Andalan, tetap solid, jangan lengah, kian rapatkan barisan, kokohkan tekad untuk mengawal suara kita, kita halau segala bentuk kecurangan,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Latif

loading...