Polres Gowa Ancam Mutasi Anggotanya Yang Tidak Netral Pilkada

BERBAGI

SUNGGUMINASA, SULSELEKSPRES.COM – Jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan (Sulsel), Polres Gowa bersama Kodim 1409 melakukan pergeseran 812 pasukan untuk pengamanan pilkada.

812 pasukan tersebut merupakan gabungan dari anggota kepolisian dan TNI untuk mengamankan setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kabupaten Gowa.

“Pengamanan ini kami siapkan, satu personil mengamankan satu TPS,” jelas Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, saat memimpin Apel Pergeseran Pasukan di Museum Balla Lompoa, Minggu (24/6/2018).

Shinto juga menegaskan kepada seluruh anggotanya bahwa seluruh oknum kepolisian yang ada di Kabupaten Gowa harus netral.

Hal itu sesuai dengan Pasal 28 Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002 bahwa Polri harus bersifat netral. Pasalnya Polri tidak memiliki hak untuk memilih dan dipilih.

“Kami imbau kepada seluruh anggota agar tidak terpengaruh pada salah satu kepentingan atau ikut berpolitik praktis,” tegasnya, dihadapan seluruh pasukan pengamanan pilkada di Gowa.

Ia juga menegaskan, tak main-main jika ditemukan polisi yang tidak netral dalam proses Pilgub Sulsel nanti maka akan diberikan sanksi cukup keras. Bahkan sanksi tidak hanya mutasi yang bersifat demosi, tapi juga bisa mutasi keluar dari wilayah kerja.

“Tergantung dari kesalahan yang dilakukan. Bahkan saya secara tegas memberikan ancaman Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH),” terangnya.

Penulis: M. Syawal

loading...