Warga Bara-baraya Gelar Aksi di PN Makassar

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Puluhan warga Bara-baraya, pihak tergugat dari sengketa tanah seluas 20 hektar, menggelar aksi di Pengadilan Negeri Makassar, pada Selasa (3/7/2018) pukul 10.30 Wita.

Dalam aksinya, warga membagikan selebaran di sekitar lampu lalu lintas PN, dan melakukan orasi, pembacaan puisi, lalu dilanjutkan dengan pembentangan spanduk di atas jembatan penyeberangan Jl. Jenderal Sudirman.

Saat aksi yang dirangkaikan dengan pembacaan puisi sedang berjalan, pihak humas PN mengundang perwakilan warga untuk menyampaikan aspirasi di ruang mediasi.

BACA: Polda Sulsel Sebut Situs KPU Sulsel Belum Diretas

Saat itu, warga menyampaikan keluh kesahnya terkait isu yang berkembang di masyarakat, bahwa warga Bara-baraya telah kalah dan akan segera digusur.

Menanggapi ucapan warga, pihak Humas PN menegaskan, hakim tidak mungkin diintervensi pihak manapun, hakim juga tidak akan menyampaikan substansi perkara kepada siapapun.

“Karena itu, isu mengenai kekalahan warga sama sekali tidak benar dan tidak boleh ada penggusuran tanpa perintah eksekusi dari pengadilan,” ujar Safri, salah seorang perwakilan Humas PN Makassar.

Apalagi proses pengadilan yang ditempuh warga cukup panjang. Setelah proses hukum tahap pertama, masih ada banding dan kasasi.

Selain itu, Jenderal Lapangan, Heri juga menjelaskan, aksi ini dilakukan untuk mengawal persidangan warga yang kini sudah memasuki tahap kesimpulan dan akan menunggu putusan.

Aksi ini, tambahnya sekaligus meluruskan fakta mengenai opini yang berkembang di masyarakat, yang mengatakan warga Bara-baraya telah kalah.

“Warga hingga kini masih terus berlawan dan berjuang mempertahankan tanahnya baik di dalam maupun di luar persidangan. Warga juga mengecam tindakan oknum pemerintahan maupun oknum aparat yang menyebar isu-isu tidak benar di masyarakat,” ujar Heri.

“Warga mengajak publik untuk bersimpati pada perjuangan warga atau setidaknya jangan menyudutkan warga dengan mengatakan warga tidak memiliki surat-surat, tidak punya harapan karena ada orang besar di belakang rencana penggusuran warga” imbuhnya.

Sementara terkait tujuan aksi ini, tak lain adalah, mengungkap fakta hukum dari persidangan yang selama ini, dan kembali menegaskan bahwa warga tidak kalah, bahkan memiliki bukti yang kuat di persidangan.

loading...