Kemlu Dorong Pelaku Ekonomi Sulawesi Selatan Dalam Perdagangan Bebas

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Direktorat PKKI, Kementerian Luar Negere telah melaksanakan seminar dan jaring masukan daerah “Peluang dan Tantangan Implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas Bagi Pelaku Ekonomi Daerah” di Makassar guna mendiseminasi manfaat FTA dan juga memperoleh masukan berupa kesiapan para pelaku ekonomi Sulawesi Selatan(3-4/7/2018), dilansir dari situs resmi Kemlu.go.id.

​Sulsel yang merupakan pusat ekonomi utama di kawasan Indonesia Timur diharapkan dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi FTA, sehingga Indonesia bisa berperan aktif dalam rantai pasokan global dan tidak hanya menjadi negara konsumen. Dihadiri oleh 40 (empat) puluh peserta dari perwakilan asosiasi, pemerintah daerah dan jurnalis, kegiatan dimaksud disambut positif dalam menampung aspirasi pelaku ekonomi daerah khususnya terkaithambatan tarif, fasilitasi perdagangan, minimnya teknologi modern, kompetisi, dan lain-lain. Direktur PKKI menegaskan bahwa perlunya memandang sisi positif FTA sehingga Indonesia dapat mempersiapkan daya saingdengan memanfaatkan program-program peningkatan kapasitas yang ada dalam FTA.

Pada hari berikutnya, perwakilan Direktorat PKKI bertemu dengan jajaran jajaran pimpinan dan peneliti utama Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin serta berkunjung ke Teaching Industry, guna bertukar pikiran bagi pengembangan kakao sebagai salah satu komoditi unggulan nasional, melalui pemanfaatan skema FTA maupun forum multilateral lainnya.

Pihak Unhas menyoroti perlunya perhatian Pemerintah atas kesejahteraan petani melalui pola social engineering, yaitu pemberdayaan masyarakat melalui spesifikasi produksi. Aspek sosial tersebut diharapkan dapat menjadi faktor utama pendorong peningkatan produksi sehingga Indonesia dapat berperan aktif dalam perdagangan dunia, utamanya pada sektor komoditas. Kerja sama yang intensif dengan Kemlu berupa penyelenggaraan kegiatan serupadi masa depan diharapkan dapat semakin berkontribusi bagi peningkatan potensi ekonomi daerah.

loading...